Abstract :
ABSTRAK
RISTA VIVIN NURRITA. PEMAKNAAN KARIKATUR COVER MAJALAH TEMPO
EDISI 31 JANUARI ? 6 FEBRUARI 2011. (Studi Semiotika Tentang Pemaknaan
Karikatur Cover Majalah Tempo Edisi 31 Januari-6 Februari 2011).
Sumber dari penelitian ini berdasarkan fenomena permasalahan yang diangkat oleh
majalah tempo edisi 31 Januari-6 Februari mengenai kasus skandal megadana Rp 64 Miliar yang
dilakukan oleh Bahasyim Assifie. Pada penelitian ini melakukan pemaknaan atau
menginterprestasikan dengan cara mengidentifikasi secara keseluruhan. Karikatur pada cover
majalah tempo akan dianalisa. sehingga akhirnya dapat diperoleh hasil dari interprestasi data
mengenai penggambaran karikatur ?BAHASYIMSALABIM? pada Cover Majalah Tempo edisi
31 Januari - 6 Februari 2011.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori semiotic Charles S. Pierce. Teori
semiotic Pierce berpendapat bahwa tanda dibentuk melalui hubungan segitiga yaitu tanda
berhubungan dengan obyek yangdirujuknya. Hubungan tersebut membuahkan interpretan. Peirce
menjelaskan modelnya sebagai berikut: Tanda adalah sesuatu yang member arti atas sesuatu bagi
seseorang.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan
pendekatan semiotik. Alasan peneliti menggunakan metode deskriptif kualtatif terdapat beberapa
faktor pertimbangan, yaitu pertama metode deskriptif kualitatif akan lebih mudah menyesuaikan
apabila dalam penelitian ini kenyataannya ganda, kedua metode deskriptif kualitatif menyajikan
secara langsung hubungan antara peneliti dengan objek peneliti, ketiga metode deskriptif
kualitatif lebih peka serta dapat menyesuaikan diri dengan banyak pengaruh terhadap pola-pola
nilai yang dihadapi
Kesimpulan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa informan sebenarnya secara
pengetahuan mereka memahami isi slogan Dua Anak Lebih Baik. Sebagian informan
mempersepsikan negatif dan memilih acuh terhadap isi slogan Dua Anak Lebih Baik, namun
ada pula sebagian informan yang menganggap isi slogan Dua Anak Lebih Baik itu berperan
penting dalam kehidupan berkeluarganya.
Dari beberapa uraian kesimpulan seperti yang dijelaskan diatas tersebut, murni hanya
sebatas subjektifitas dan pemahaman peneliti, perbedaan sudut pandang dan pendapat adalah sah
menurut Metode Deskriptif Kualitatif. Seperti metode yang peneliti gunakan dalam penelitian
Pemaknaan Karikatur ?BAHASYIM SALABIM? Pada Cover Majalah Tempo edisi Februari
2011.