Abstract :
ANALISIS WASTE LUAS LANTAI PRODUKSI DENGAN
PENDEKATAN METODE LEAN MANUFACTURING
DI CV. SATYA KARYA - SURABAYA
ABSTRAK
CV. Satya Karya Surabaya adalah perusahaan produksi alat rumah tangga.
peluang pasar yang masih besar membuat perusahaan ini selalu meningkatkan
jumlah produksinya dari waktu kewaktu, akan tetapi banyaknya faktor kendala
yang dihadapi oleh perusahaan tersebut membuat jalannya produksi kurang begitu
maksimal. Sebagai misal waste yang terdapat pada area produksi sehingga
mengakibatkan kerugian pada perusahaan.
Selama ini CV. Satya Karya Surabaya belum pernah melakukan
penyelesaian untuk mengurangi waste yang terjadi di area produksi, sehingga
dalam hasil identifikasi ditemukan banyak waste yang diantaranya adalah
lingkungan, kesehatan, keselamatan, persediaan yang tidak perlu, proses yang
tidak sesuai, kecacatan, menunggu. Oleh sebab itu peran Lean Manufaktur sangat
diperlukan untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang ada di CV. Satya
Karya Surabaya.
Tujuan dilakukan penelitian di CV. Satya Karya Surabaya adalah untuk
mengidentifikasi aktivitas secara keseluruhan menggunakan Big Picture Mapping,
mengidentifikasi waste yang terjadi dan menganalisa penyebab waste yang ada
selama proses produksi dan memberikan usulan perbaikan untuk mengurangi
waste yang ada pada lantai produksi.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui besarnya value added activity pada
operasi sebesar 39.27%, non value added activity pada waktu tunggu (Delay)
sebesar 17.28% dan necessary but non value added activity pada Transportasi,
Inspeksi, Storage sebesar 43.47%. Sedangkan dalam VALSAT tools yang
terpilih adalah process activity mapping karena tools ini mempunyai nilai bobot
yang tebesar diantara tools VALSAT lannya yaitu sebesar 47.24%, Dalam Fish
Bone Chart diketahui bahwa pemborosan yang paling besar adalah persediaan
yang tidak perlu, kecacatan, menunggu, Sehingga dengan mengetahui akar
penyebab dari pemborosan yang terjadi bisa dilakukan rekomendasi perbaikan
dengan FMEA. Dari FMEA diketahui nilai RPN tiap-tiap waste yang
diprioritaskan untuk dilakukan perbaikan adalah Lingkungan dengan nilai RPN
210, Keselamatan dengan nilai RPN 150, Kesehatan dengan nilai RPN 180,
Proses yang tidak sesuai dengan nilai RPN 252, Persediaan yang tidak perlu
dengan nilai RPN 294, Kecacatan dengan nilai RPN 392, dan Menunggu dengan
nilai RPN 336, Sehingga untuk mengurangi pemborosan tersebut disarankan agar
koordinasi antara bagian pemasaran dan produksi ditingkatkan, standar produksi
harus jelas, pembenahan fasilitas atau layout kerja, pembenahan metode kerja,
penambahan/pengurangan tenaga kerja pada setasiun kerja tertentu.
Kata kunci : Lean manufacture,Waste, BPM, VALSAT, Fish bone chart,
FMEA