Abstract :
Mentega buah didefinisikan sebagai produk yang manis dibuat dari sari buah yang segar dengan penambahan gula, lemak dan bahan-bahan lain. Buah naga merupakan bahan dasar dari pembuatan mentega buah naga. Penambahan ekstrak buah naga warna merah akan menciptakan mentega dengan rasa buah naga. Sehingga dapat meningkatkan nilai konsumen dari masyarakat terhadap mentega sebagai olesan roti. Permasalahan yang timbul dalam pembuatan mentega buah naga dari bahan baku buah naga adalah kesetabilan emulsi dari mentega akan rusak sehingga perlu ditambahkan sorbitol yang berfungsi untuk
menciptakan sistem emulsi yang stabil.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh volume ekstrak buah naga dan penambahan konsentrasi sorbitol terhadap sifat fisik, kimia dan organoleptik mentega buah naga. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor dengan 3 kali ulangan, faktor I adalah volume ekstrak buah naga (50ml; 100ml; 150ml) dan faktor II adalah penambahan konsentrasi sorbitol (10;12; 14 % b/v).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik terdapat pada volume ekstrak buah naga 150ml dan penambahan konsentrasi sorbitol 14%, yang menghasilkan mentega buah naga dengan Kadar air 45,6383%, Antosianin 0,14895mg/ml, Vitamin C 13,1884 mg/g, Kesetabilan emulsi 38,8933%, Daya
oles 18,4333%, Rendemen 74,9527% dan total rangking warna 160.5 , rasa 215, tekstur 143. Hasil analisis finansial pada perlakuan terbaik menunjukkan titik BEP 27.905 % dari total produksi, NPV sebesar Rp. 78.064.274,- dan Payback Period
4,6 tahun dengan Benefit Cost Ratio sebesar 1,139 dan IRR 23,644% (dengan tingkat suku bunga 20%).