Abstract :
Dinamika perekonomian bisnis ritel di Indonesia menunjukkan
pertumbuhan yang signifikan. Sehingga akan memicu perkembangan gaya hidup
dan pola berbelanja dimasyarakat (konsumen) yang memiliki ekspektasi yang
lebih tinggi, meminta lebih banyak, menginginkan kualitas yang lebih tinggi dan
konsisten, lebih banyak pilihan, toko yang lebih nyaman dan pelayanan yang
bernilai, namun dengan membayar lebih murah, waktu lebih cepat, dengan usaha
dan resiko lebih rendah. PT Matahari Department Store adalah department store
yang pertama, terbesar, dan paling berkembang di Indonesia dan di kenal sebagai
peritel handal untuk kategori pakaian dan mode, serta menawarkan barang-barang
keperluan rumah tangga lainnya. PT Matahari Department Store (MDS) secara
berkelanjutan mengembangkan konsep gerai Matahari New Generation (NG)
untuk meningkatkan kualitas gerai dengan layanan pelanggan yang lebih baik,
efisiensi operasional dan konsep modern serta suasana belanja terbaru bagi para
konsumen. Permasalahan yang dihadapi, Matahari Department Store mampu
memperlihatkan perkembangan penjualan yang fluktuatif. Tetapi, tidak mampu
mencapai target yang di rencanakan dari pengoperasian bisnis Department Store.
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh hedonic shopping value dan
fashion involvement terhadap perilaku impulse buying pada Matahari Department
Store di Surabaya.
Penelitian ini menggunakan data primer, dan sampel yang digunakan
adalah konsumen yang pernah berbelanja minimal 1 (satu) kali, konsumen yang
telah di anggap dewasa dengan usia 18 tahun keatas yang dinilai sebagai pembeli
produktif (potensial). Teknik analisis yang digunakan adalah SEM, yang akan
mempermudah untuk melihat peranan hedonic shopping value dan fashion
involvement terhadap perilaku impulse buying yang akan diuji.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa Hedonic Shopping Value dan
Fashion Involvement tidak berpengaruh terhadap perilaku Impulse Buying pada
Matahari Department Store di Surabaya.