Abstract :
Produksi bioetanol melalui beberapa tahapan dari pengadaan bahan baku dilanjut dengan komposisi kemudian, proses fermentasi, fermentasi terdiri dari : enzim, NPK, urea, ragi roti. Campuran variasi komposisi fermentasi tersebut berpengaruh terhadap volume hasil destilasi, produksi etanol dari hasil destilasi dilakukan untuk mendapatkan volume hasil etanol lebih banyak. Harapannya sumber energi alternatif ini merupakan sumber energi yang terbarukan dan lebih ramah lingkungan.
Ketela dapat menghasilkan biethanol menggunakan mesin destilator bioethanol dengan proses penggilingan bahan baku yang difermentasi. Untuk menghasilkan ethanol dengan volume yang besar dibutuhkan kompisisi bahan fermentasi yang tepat. Untuk mengetahui pengaruh perubahan komposisi bahan fermentasi terhadap volume hasil destilasi dan untuk mengetahui komposisi bahan fermentasi yang paling tepat yang menghasilkan etanol dengan volume paling besar. Oleh karena itu dilakukan pengujian bahan baku dengan barbagai komposisi pada saat proses fermentasi. Pengujian dilakukan dengan 3 variabel pengujian, dengan masing-masing : Enzim alfa amylase, ragi , urea, NPK, Air tajin dengan komposisi variasi yang berbeda,
Dari hasil analisa yang telah di lakukan diperoleh hasil Komposisi mempengaruhi volume hasil destilasi. Rata-rata dari hasil destilasi komposisi satu dengan lainnya terdapat rata-rata yang signifikan (berbeda). Komposisi yang menghasilkan volume paling besar adalah pengujian dengan komposisi (enzim dan ragi), yaitu : 3,2 liter etanol. Dengan komposisi : pati basah = 10 kg, air = 32 kg, air hangat = 0,2 kg, enzim = 0,05 kg, ragi roti = 0,05 kg.