Abstract :
Kebijakan pembayaran dividen mempunyai pengaruh bagi pemegang
saham dan perusahaan yang membayar dividen. Para pemegang saham umumnya
menginginkan pembagian dividen yang relatif stabil karena hal tersebut akan
mengurangi ketidakpastian akan hasil yang diharapkan dari investasi yang
mereka lakukan dan juga dapat meningkatkan kepercayaan pemegang saham
terhadap perusahaan sehingga nilai saham juga dapat meningkat. Bagi
perusahaan,pilihan untuk membagikan laba dalam bentuk deviden akan
mengurangi sumber dana internal nya,sebaliknya jika perusahaan menahan
labanya dalam bentuk laba ditahan maka kemampuan pembentukan dana
internalnya akan semakin besar yang dapat digunakan untuk membiayai aktivitas
perusahaan sehingga mengurangi ketergantungan perusahaan terhadap dana
eksternal dan sekaligus akan memperkecil resiko perusahaan. Berdasarkan uraian
diatas maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh cash
position, debt to equity ratio, return on assets terhadap dividend pada perusahaan
manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berjumlah 149 perusahaan mulai
tahun 2006 sampai dengan tahun 2008 dan sampel yang digunakan dalam
penelitian ini sebanyak 14 perusahaan manufaktur. Teknik penentuan sampel
yang digunakan adalah nonrandom sampling yaitu pengambilan sampel secara
tidak acak, dimana setiap elemen populasi tidak mempunyai kemungkinan yang
sama untuk dijadikan sampel. Untuk menguji hpotesis yang diajukan adalah
teknik analisis uji regresi linier berganda.
Berdasarkan hasil pengujian di atas, variable cash position secara parsial
tidak berpengaruh terhadap dividen payout Ratio, variable debt to equity ratio
secara parsial tidak berpengaruh terhadap dividend payout ratio, variable return
on assets secara parsial berpengaruh terhadap dividen payout ratio.