Abstract :
Kebijakan moneter yang dilaksanakan melalui perbankan yang
terorganisir seperti Bank Sentral, Bank Umum, dan lain-lain bisa digunakan untuk
menggairahkan pembentukan dana masyarakat untuk membiayai kegiatan
ekonomi sesuai dengan kualitas dan tahap-tahap pembangunan. K
dimaksud untuk mendorong pembentukan dana masyarakat, kemudian
menyalurkan kembali dana tersebut melalui perbankan dalam bentuk penyediaan
uang dan kredit atau sering diistilahkan alokasi dana ke dalam investasi.
Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data sekunder yang
diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) cabang Kota Surabaya dan Kantor
Bank Indonesia (BI) cabang Kota Surabaya yang diambil selama kurun waktu 15
tahun mulai dari tahun 1994-2008. Untuk analisis data mengg
ter dengan program SPSS (Statistic Program For Social Science) versi
13.0. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda
dan uji hipotesis yang digunakan adalah uji F dan uji t statistik.
Berdasarkan hasil analisis dan pengujian hipotesis secara simultan variabel
bebas, yaitu Tingkat Inflasi (X1), Jumlah Dana Bank (X2), Tingkat Suku Bunga
Kredit (X3), Pendapatan Perkapita (X4), dan Jumlah Industri (X5) berpengaruh
signifikan terhadap variabel terikat, yaitu Permintaan Kredit Investasi Di Jawa
Timur (Y). Sedangkan pengujian secara parsial variabel Tingkat Inflasi (X1) tidak
berpengaruh secara nyata terhadap Permintaan Kredit Investasi Di Jawa Timur
(Y). Variabel Jumlah Dana Bank (X2) berpengaruh secara nyata terhadap Kredit
Investasi Di Jawa Timur (Y). Variabel Tingkat Suku Bunga Kredit (X3) tidak
berpengaruh secara nyata terhadap Kredit Investasi Di Jawa Timur (Y). Variabel
Pendapatan Perkapita (X4) tidak berpengaruh secara nyata terhadap Kredit
Investasi Di Jawa Timur (Y). Variabel Jumlah Industri (X5) tidak berpengaruh
secara nyata terha
Dana Bank (X2).