Abstract :
Permasalahan inflasi dan krisis nilai tukar semakin mencuat karena tingkat inflasi sudah mencapai angka dua digit yaitu sekitar 11,05% dan menyebabkan nilai mata uang rupiah merosot tajam. Krisis yang demikian ini akan mengakibatkan beban hutang perusahaan terutama hutang-hutang dalam mata uang asing yang pembiayaan-nya tergantung dari bank menjadi besar karena bank sendiri mengalami kesulitan menyediakan likuiditas operasional sehari-hari. Bank adalah industri yang bergerak di bidang jasa kepercayaan, yang dalam hal ini adalah media perantara keuangan (financial intermediary) antara kreditur (pihak yang kelebihan dana) dan debitur (pihak yang membutuhkan dana).
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor eksternal berupa likuiditas perekonomian, inflasi, peryumbuhan ekonomi dan faktor internal berupa CAR, ROA dan LDR secara bersama-sama maupun parsial terhadap suku bunga deposito pada bank yang go public di BEI.. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu laporan keuangan bank-bank yang menjadi sampel dengan kurun waktu dari tahun 2007-2008. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda dengan alat bantu komputer program Statistic Program For Social Science (SPSS) versi 11.0 yang menunjukkan pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat.
Berdasarkan hasil penelitian membuktukan bahwa terdapat pengaruh secara simultan yang signifikan variabel likuiditas perekonomian (X1), inflasi (X2), pertumbuhan ekonomi (X3), CAR (X4), ROA (X5), LDR (X6) terhadap tingkat suku bunga deposito (Y) pada Bank yang go public. Nilai dari koefisien determinasi sebesar 0,963 atau 96,3%. Tidak terdapat pengaruh secara parsial variabel likuiditas perekonomian (X1), inflasi (X2), pertumbuhan ekonomi (X3), CAR (X4), ROA (X5), LDR (X6) terhadap tingkat suku bunga deposito (Y) pada Bank yang go public, dibuktikan dengan nilai signifikan masing-masing variabel bebas yang lebih besar dari 0,05.