Abstract :
Pengklasifikasian daun tembakau dilakukan oleh seorang ahli tembakau yang biasa disebut grader yang bertugas mengukur dan menganalisa kualitas tembakau agar dapat dikelompokkan menjadi grade tertentu. Grader harus memiliki penglihatan dan penciuman tajam, tetapi human characteristic seorang grader seringkali melakukan kesalahan yang diakibatkan karena kelelahan, keadaan emosi, penglihatan maupun pencahayaan. Karena faktor tersebut maka dilakukan segmentasi citra daun tembakau berbasis deteksi tepi menggunakan metode prewitt dan sobel. Adapun tujuannya adalah untuk membandingkan kedua metode pendeteksi tepi dengan parameter perbandingan berupa kecepatan waktu pemrosesan, ketajaman tepi citra dan sensitivitas deteksi tepi. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan hasil dari tepi dan tulang daun tembakau dengan menggunakan metode prewitt dan sobel untuk mendukung proses preprocessing dan clustering dengan menganalisa bentuk daun tembakau. Sedangkan pengukuran tingkat akurasi sistem ini menggunakan confussion matrix.