Abstract :
Penelitian ini didasarkan pada fenomena yang terjadi di Rumah sakit
Umum haji Surabaya masih terdapat pasien Instalasi Rawat Inap (IRNA) yang
tidak mendapatkan pelayanan kamar untuk rawat inap sesuai dengan keinginan
pasien. Namun pasien ditempatkan pada ruang inap yang secara nominal diluar
batas kemampuan pasien.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan
menggunakan pendekatan kualitatif. Sedang analisa data yang digunakan adalah
analisa model interaktif. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data 1.
Interview, 2. Observasi, 3. Catatan Lapangan. Fokus penelitian yang digunakan
adalah strategi untuk meningkatkan kinerja perawat dengan dilihat dari 3 hal,
yaitu Dorongan positif meliputi : lakukan audit kerja, tetapkan standar dan tujuan
kerja, berikan umpan balik kepada karyawan mengenai kinerjanya, bagi karyawan
pujian atau imbalan yang berkaitan langsung dengan kinerja. Disiplin positif
meliputi : Perusahaan peduli dan akan tetap memperkerjakan karyawan selama dia
berkomitmen untuk bekerja dengan baik.Bantuan karyawan meliputi : dukungan
manajemen puncak, dukungan karyawan,kepemimpinan professional yang
terampil,penilainan dan merevisi.
Hasil dari penelitian ini menyebutkan bahwa dilihat dari dorongan positif
sudah dilakukan dengan baik. Dorongan positif yang diberikan oleh Kepala
Instalasi Rawat Inap terhadap perawat berdasarkan tupoksi direktur yaitu
mengkoordinasi pengendalian terhadap pelaksanaan tugas rumah sakit yang telah
ditetapkan dan sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya dan diadakan
penghargaan baik bersifat materiil serta penelitian terhadap kinerjanya.
Pada fokus kedua, yaitu disiplin positif yang dilihat dari sikap dan
perilaku perawat tidak terlambat datang bekerja, bekerja sesuai dengan jam kerja
yang sudah ditetapkan dan perawat juga diberi kebijakan untuk menindak lanjuti
apabila pegawai melakukan kesalahan atau tidak disiplin.
Pada fokus ketiga, bantuan karyawan harus ditegakkan karena sangat
membantu dalam melaksanakan kinerja dan menumbuhkan kreatifitas untuk
mencapai tujuan organisasi dengan dukungan dari Kepala Instalasi Rawat Inap
maupun antar pegawai.