Abstract :
Balai desa merupakan salah satu lembaga yang mendapatkan bantuan di bidang sosial dari pemerintah berupa bantuan perbaikan rumah tidak layak huni dan di berikan kepada rakyat miskin dalam rangka meningkatkan kualitas hidup atau derajat kesehatan masyarakat. Dalam penentuan penerimaan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni, petugas balai desa masih melakukan pengolahan data secara manual dan analisa belum tentu terhitung dengan baik. Akibatnya, waktu akan lebih banyak terbuang dan dari segi hasil perhitungan juga belum tentu akurat. Oleh karena itu, untuk memeperkecil kemungkinan agar tidak terjadinya kesalahan dalam mengelompokan penerimaan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni dilakukan pendekatan dengan metode clustering menggunakan fuzzy c-means. Fuzzy C-Means adalah suatu teknik pengclusteran data yang mana keberadaan tiap-tiap titik data dalam suatu cluster ditentukan oleh derajat keanggotaan. Semakin besar nilai derajat keanggotaan data dalam suatu cluster maka semakin besar pula data itu menjadi anggota cluster tersebut. Dalam penelitian ini akan digunakan algoritma fuzzy c-means dalam mengelompokan data yang menerima dan tidak menerima bantuan dengan kriteria jumlah keluarga, dinding, lantai, listrik dan pekerjaan.