Abstract :
Penelitian ini didasarkan pada fenomena keberhasilan Da?i Area
Lokalisasi memulangkan 20 PSK di balai RW IV Bangunsari Surabaya.
Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa antara Da?i dan PSK dapat hidup
berdampingan. Hal ini tentunya berbeda jauh dengan masyarakat yang
menggangap jika Da?i dengan PSK tidak dapat hidup berdampingan karena
perbedaan kebiasaan diantara keduanya. Namun sebaliknya, pada kenyataannya
anggapan tersebut tidak benar adanya.
Penelitian ini menaruh pada masalah perbedaan latar belakang budaya,
yaitu kebiasaan yang berbeda antara Da?i dengan PSK Bangunsari Surabaya yang
mempengaruhi pola komunikasi Da?i dengan PSK Bangunsari Surabaya. Da?i
yang dimaksut adalah dai yang dibentuk oleh MUI dalam Ikatan Da?i Area
Lokalisasi yang fungsi dari para Da?i ini adalah untuk melakukan pembinaan
terhadap para PSK di area lokalisasi yang sama dengan para Da?i itu berada.
Sedangkan PSK seks adalah seseorang yang menjual jasanya untuk melakukan
hubungan seksual untuk uang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola
komunikasi Da?i dengan PSK Bangunsari Surabaya.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Indepth Interview yang
termasuk dalam penelitian kualitatif. Disini metode kualitatif menggunakan teori
Joseph A. Devito, yang menjelaskan pola komunikasi yang digunakan Da?i
dengan PSK Bangunsari.
Data yang terdapat dalam obyek penelitian dijelaskan dalam identitas
informan. Adapun pembagian identitas informan, meliputi nama, alamat, usia,
pendidikan terakhir dan khusus untuk Da?i indetitas responden dicantumkan juga
jabatan Da?i didalam Ikatan Da?I Area Lokalisasi.
Hasil penelitian ini berdasarkan analisis data yang didapatkan dari
wawancara mendalam dengan informan. Dari hasil wawancara tersebut, maka
didapatkan data yang merupakan pernyataan Da?i yang kemudian dikroschek
dengan pernyataan PSK. Dari hasil wawancara dengan ke-empat informan maka
diketahui jika pola komunikasi yang digunakan Da?i dengan PSK Bangunsari
Surabaya adalah pola komunikasi keseimbangan. Meskipun didalam
berkomunikasi, kedua belah pihak dipengaruhi oleh perbedaan latar belakang
budaya, yaitu perbedaan kebiasaan. Tapi itu tidak menimbulkan konflik antara
Da?i dengan PSK Bangunsari. Hal ini dikarenakan dalam pola komunikasi ini,
antara Da?i ataupun PSK Bangunsari tidak ada yang mendominasi.
Komunikasipun bersifat apa adanya dan terbuka. Hal inilah yang membuat
komunikasi antara kedua belah pihak dapat berhasil.