Abstract :
Isu mengenai usaha manajer untuk melakukan manajemen laba sebenarnya bukan merupakan isu
baru di bidang akuntansi. Hal ini sudah ada sejak lama, dahulu dikenal sebagai income smoothing.
Manajemen laba terjadi apabila manajer menggunakan penilaian dalam pelaporan keuangan dan dalam
struktur transaksi untuk mengubah laporan keuangan guna menyesatkan pemegang saham mengenai
prestasi ekonomi perusahaan atau mempengaruhi akibat-akibat perjanjian yang mempunyai kaitan dengan
angka-angka yang dilaporkan dalam laporan keuangan. (Healy & Wahle; 1999)
Dalam penelitian ini sampel diambil dengan metode purposive sampling yang hasilnya diperoleh
25 perusahaan yang melakukan IPO tahun 2003-2008 dan periode pengamatan adalah dua tahun sebelum
IPO dan dua tahun setelah IPO. Data diperoleh dari Pusat Referensi Pasar Modal Bursa Efek Indonesia
yang berada di Surabaya. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Uji Regresi Sederhana
dengan alat bantu computer yang menggunakan program SPSS 17.
Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang menyatakan bahwa ada pengaruh
manajemen laba terhadap kinerja operasi di sekitar IPO tidak teruji kebenarannya serta hipotesis yang
menyatakan bahwa ada perbedaan kinerja operasi sebelum dan setelah IPO juga tidak teruji
kebenarannya.
Keyword : Manajemen laba, Kinerja operasi, Initial Public Offering
Hak