Abstract :
PT.TELKOM Surabaya Timur adalah perusahaan milik BUMN yang
semakin berkembang, setiap perusahaan tidak pernah terhindar dari yang namanya
pencapaian hasil kerja, hasil kerja inilah yang memberikan suatu penilaian apakah
suatu perusahaan itu mendapatkan keuntungan atau tidak. Pencapaian hasil kerja
yang ditragetkan merupakan suatu keberhasilan dalam perusahaannya, maka dari
itu PT.TELKOM Surabaya Timur selalu menerapkan metode-metode penilaian
kinerja seseorang itu diperlukan supaya setiap hasil kerja seseorang mencapai
target, Metode penilaian kinerja yang dipakai oleh PT.TELKOM itu sendiri
adalah Balanced Scorecard (Kartu Berimbang). Pada saat ini PT. Telkom
Surabaya Timur menerapkan sistem pengukuran kinerja dengan metode Balanced
Scorecard, dimana terdapat empat perspektif yang menjadi tolok ukur
keberhasilan kinerja perusahaan yaitu aspek keuangan, aspek pelanggan, aspek
bisnis internal, dan aspek Inovasi dan pembelajaran. Dimana keempat perspektif
tersebut memiliki strategic objective yang saling berhubungan dan membentuk
hubungan sebab-akibat (strategy map). Namun strategi perusahaan yang telah
terbangun dengan baik tersebut tidak sampai pada tingkat unit. Hal ini
menyebabkan strategi perusahaan tidak dapat berjalan dengan baik karena
pelaksana dari strategi perusahaan adalah unit-unit yang dimiliki perusahaan
tersebut. Selain itu, permasalahan yang terdapat pada PT.TELKOM Surabaya
Timur adalah kurang mendalamnya penelusuran untuk menyelesaikan masalah
Populasi dalam penelitian ini adalah PT.Telkom Kandatel Surabaya
Timur. Data yang dipergunakan adalah data sekunder yaitu data yang diperoleh
dari perusahaan. Sedangkan Analisis yang digunakan adalah kualitatif
Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan 1.Hasil pengukuran
untuk perspektif keuangan, yaitu Current Ratio, ROI, ROE, debt equity diperoleh
hasil bahwa kinerja perusahaan bisa dikatakan baik, jika dibandingkan dengan
tahun sebelumnya. 2. Hasil pengukuran kinerja perspektif pelanggan terhadap
tingkat pemerolehan pelanggan, tingkat retensi pelanggan, tingkat profitabilitas
pelanggan, menunjukkan tingkat kinerja yang baik, dan hanya retensi pelanggan
yang mengalami penurunan. 3. Hasil pengukuran Perspektif Internal Bisnis, yaitu
inovasi perusahaan dan layanan purna jual, secara keseluruhan kinerja perusahaan
menunjukkan hasil yang baik. 4. Hasil pengukuran perpektif pembelajaran dan
pertumbuhan, mengenai produktivitas karyawan dan retensi karyawan dapat
dkatakan cukup,meskipun ada beberapa kekurangan yang perlu diperbaiki
Keywords: Kinerja Manajerial, Balance Scorecard