Institusion
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
Author
Arfian, Rozaqi
Subject
HG4001 Finance management. Business Finance. Corporation finance
Datestamp
2012-08-02 05:44:35
Abstract :
Semenjak dorongan reformasi birokrasi yang digulirkan pada tahun 1999, telah
mendekonstruksi sistem kepemerintahan dari sentralistik menjadi desentralisasi. Semangat
reformasi birokrasi mencapai puncaknya pada tanggal 1 Januari 2001, yaitu sebagai tonggak
awal pelaksanaan Otonomi Daerah yang merupakan konsekuensi logis dari asas
desentralisasi. Kondisi tersebut merupakan babak baru bagi Negara Indonesia dalam sistem
pengelolaan Keuangan Negara yang berorientasikan pada pencapaian kinerja dengan
memfokuskan pada output dan outcome. Tujuan otonomi daerah adalah diprioritaskan untuk
peningkatan pelayanan publik, memajukan perekonomian, dan percepatan pertumbuhan
eknomi serta kemandirian yang merupakan implementasi dari output dan outcome
(Mardiasmo, 2002: 59, Bastian, 2006: 354). Segala kegiatan pemerintah dalam ruang lingkup
Otonomi Daerah dibiayai oleh APBD. Penelitian ini dilakukan bermaksud untuk melihat
sejauh mana efek pelaksanaan otonomi daerah yang dibiayai APBD berpengaruh terhadap
pertumbuhan ekonomi.
Objek penelitian ini adalah data-data keuangan Pemerintah Kabupaten/Kota di
Propinsi Bali dari tahun 2001-2008, yang datanya diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Data-data keuangan yang diteliti meliputi Realisasi Anggaran Pendapatan Asli Daerah,
Realisasi Pengeluaran Anggaran Belanja Modal, Realisasi Pengeluaran Anggaran Belanja
Rutin dan Pertumbuhan Ekonomi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linier
berganda.
Hasil penelitian secara simultan untuk Realisasi Anggaran Pendapatan Asli Daerah,
Realisasi Anggaran Belanja Modal, Realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Rutin
berpengaruh secara signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Sedangkan secara parsial
menunjukkan hanya Realisasi Anggaran Belanja Rutin yang berpengaruh signifikan terhadap
Pertumbuhan Ekonomi, sedangkan Realisasi Anggaran Pendapatan Asli Daerah dan Realisasi
Anggaran Belanja Rutin tidak berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi.