Abstract :
Pasar modal menjadi alternatif bagi perusahaan untuk memperoleh sumber
pendanaan yang berasal dari investasi para investor. Sebelum berinvestasi, investor
terlebih dahulu mengukur kinerja perusahaan berdasarkan tingkat harga saham.
Fluktuasi harga saham dapat dikatakan sebagai cermin kinerja perusahaan dimana
kekuatan pasar ditunjukkan dengan terjadinya transaksi perdagangan saham di pasar
modal. Tinggi rendahnya harga saham dipengaruhi oleh faktor internal sebagai faktor
fundamental yang berasal dari dalam perushaan dan faktor eksternal seperti faktor
lingkungan, sosial, politik dan ekonomi. Faktor fundammental menggambarkan
resiko dan return yang akan diterima oleh investor atas investasinya.
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 14 perusahaan food
and beverage yang go public di PT. Bursa Efek Indonesia dari tahun 2006 sampai
2009. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif, sedangkan dilihat cara
memperolehnya, data yang digunakan merupakan data sekunder yaitu data keuangan
perusahaan yang berupa laporan keuangan mulai periode 2006 hingga 2009. Variabel
yang dipakai dalam penelitian terdiri dari variabel bebas yaitu Return On Assets (X1),
Debt to Equity Ratio (X2) dan Risiko Sistematik (X3), serta variabel terikat yaitu
Harga Saham (Y). Untuk teknik pengambilan sampel menggunakan purposive
sampling dan dalam pengujian hipotesis digunakan teknik analisis regresi linier
berganda.
Kesimpulan dari hasil uji F menunjukkan bahwa secara simultan Return On
Assets (X1), Debt toEquity Ratio (X2) dan Risiko Sistematik (X3) berpengaruh
signifikan terhadap Harga Saham (Y). Hasil uji t menunjukkan bahwa secara parsial
Return On Assets (X1) berpengaruh signifikan terhadap harga saham, sedangkan Debt
to Equity Ratio (X2) dan Risiko Sistematik (X3) tidak berpengaruh signifikan terhadap
Harga Saham.