Abstract :
Keadaan dunia usaha yang tidak menentu dan susah diprediksi serta belum
lagi kurangnya sumber daya manusia yang berkompeten dalam menjalankan sebuah
usaha membuat risiko pemberian kredit modal kerja menjadi sangat besar. Pihak bank
syariah seakan menerima apa adanya tanpa melakukan terobosan yang berarti untuk
meningkatkan kinerjanya dalam pembiayaan mudharabah, karena itu, langkah yang
lebih diperlukan dewasa ini adalah mempersiapkan segala prasarana, apalagi
kenyataannya belum semua produk perbankan syariah sudah dilaksanakan.
Berdasarkan uraian tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan dan
menguji secara empiris hubungan antara pelaksanaan pembiayaan mudharabah dan
risiko yang ditimbulkan dengan eksistensi bank Syariah Mandiri.
Penelitian ini terdiri dari tiga variabel yaitu pelaksanaan pembiayaan
mudharabah (X1), risiko pelaksanaan mudharabah (X2) dan eksistensi bank syariah
Mandiri (Y). Obyek penelitian ini adalah Bank Syariah Mandiri, dengan sampel
penelitian adalah jumlah pembiayaan mudharabah, pendapatan bagi hasil (profit
sharing) serta non performing financing pada tahun 2005 sampai tahun 2009.
Berdasarkan analisis korelasi product moment menyimpulkan bahwa
peningkatan pelaksanaan mudharabah berdampak nyata terhadap peningkatan
eksistensi bank syariah, sedangkan peningkatan risiko pelaksanaan mudharabah tidak
berdampak nyata terhadap penurunan eksistensi bank syariah pada tahun 2005 ?
2009.