Abstract :
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya indikasi hasil belajar bahasa
Indonesia siswa yang rendah yang terdapat pada siswa kelas V SD 2 Bacin Kudus.
Hal ini ditandai dengan beberapa masalah yaitu pembelajaran yang masih bersifat
konvensional, rendahnya hasil belajar bahasa Indonesia siswa khususnya dalam
menyimpulkan isi cerita. Solusi dari permasalahan tersebut yaitu model TPS yang
diharapkan dapat membantu meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata
pelajaran bahasa Indonesia. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu (1)
bagaimana keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran bahasa Indonesia
dengan menerapkan model pembelajaran TPS (2) apakah penerapan model
pembelajaran TPS dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dan (3) apakah
penerapan model pembelajaran TPS dapat meningkatkan hasil belajar bahasa
Indonesia siswa kelas V SD 2 Bacin Kudus dalam menyimpulkan isi cerita fiksi
realistik. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) mendeskripsikan keterampilan guru
dalam mengelola pembelajaran (2) menemukan peningkatan aktivitas belajar
siswa dan (3) menemukan peningkatan hasil belajar siswa kelas V SD 2 Bacin
Kudus dalam menyimpulkan isi cerita fiksi realistik dengan diterapkannya model
pembelajaran TPS dalam pembelajaran bahasa Indonesia.
TPS merupakan suatu strategi dalam pembelajaran kooperatif yang
mengkoordinasikan siswa ke dalam pasangan-pasangan, dan memberikan waktu
kepada siswa untuk berpikir menyelesaikan masalah, kemudian membagi hasil
pikirannya kepada semua siswa. Model TPS melatih siswa mampu berpikir kritis
dalam menyelesaikan masalah, sehingga dengan diterapkannya model ini
diharapkan kemampuan berpikir siswa menjadi lebih baik.
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua
siklus melalui 4 tahap yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3)
observasi dan (4) refleksi. Subjek penelitian ini adalah guru (peneliti) dan siswa
kelas V 2 Bacin Kudus yang berjumlah 18 siswa. Teknik pengumpulan data yang
digunakan berupa wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis
data kualitatif dan kuantitatif.
Hasil penelitian siklus I keterampilan guru dalam mengelola
pembelajaran mencapai persentase 79,68% dengan kategori tinggi dan mengalami
peningkatan pada siklus II menjadi 90,62% dengan kategori sangat tinggi. Hasil
pengamatan aktivitas siswa pada siklus I mencapai persentase 63,68% dengan
kategori tinggi dan pada siklus II meningkat menjadi 78,46% dengan kategori
xii
sangat tinggi. Hasil belajar siswa siklus I mencapai persentase 77,78% dan siklus
II meningkat menjadi 94,44% dengan kategori sangat tinggi.
Simpulan penelitian ini adalah penerapan model Think Pair Share dapat
meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa dalam
menyimpulkan isi cerita di kelas V SD 2 Bacin Kudus tahun pelajaran
2013/2014. Saran bagi siswa, pada saat pembelajaran sebaiknya siswa harus lebih
berpartisipasi aktif selama pembelajaran berlangsung. Saran bagi guru, dalam
proses pembelajaran guru perlu menerapkan suatu model pembelajaran untuk
menciptakan kondisi belajar yang menarik dan menyenangkan sehingga
merangsang siswa untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran. Saran bagi peneliti,
diharapkan dapat memberikan manfaat bagi peneliti untuk menambah wawasan
tentang model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dalam pembelajaran
bahasa Indonesia SD. Saran bagi sekolah, diharapkan dapat memberikan masukan
untuk melaksanakan perbaikan dalam proses pembelajaran sehingga dapat
meningkatkan kualitas dan mutu pembelajaran di sekolah.