Abstract :
Di Indonesia, industri telekomunikasi merupakan salah satu jenis industri
yang mempunyai pengaruh besar terhadap kegiatan kelancaran ekonomi. Hal ini
disebabkan karena komunikasi merupakan kebutuhan utama dalam dunia bisnis.
Perkembangan dunia usaha membawa perubahan pasar yang semakin meningkatkan
persaingan. Keadaan ini memaksa perusahaan untuk terus memperkuat posisinya
dipasar global, salah satunya dengan melakukan merger, seperti yang dilakukan oleh
PT. INDOSAT Tbk dengan PT. Satelit Palapa Indonesia (Satelindo), PT. Indosat
Multimedia Mobile (IM3), dan PT. Bimagraha Telekomindo pada tahun 2003. Salah
satu tujuan merger adalah untuk menghasilkan sinergi. Untuk mengetahui manfaat
merger dapat melihat perbandingan kinerja keuangan sebelum dan sesudahnya, salah
satunya dengan analisis EVA (Economic Value Added). Atas dasar pemikiran tersebut
penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kinerja keuangan PT.
INDOSAT Tbk sebelum dan sesudah merger dengan menggunakan konsep EVA
(Economic Value Added).
Penelitian ini menggunakan data sekunder dalam bentuk Laporan Keuangan.
Untuk mengetahui perbedaan EVA Sebelum dan sesudah melakukan merger
digunakan Uji analisis regresi dengan variabel dummy sedangkan Hipotesis di uji
dengan uji t-student.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang siginifikan
untuk nilai EVA pada periode sebelum dan sesudah melakukan merger. Atau dengan
lain kata kinerja keuangan PT.Indosat Tbk sesudah merger ternyata kurang baik
dibandingkan dengan sebelum merger, ini bisa dilihat dari nilai EVA sesudah merger
yang negatif. Maka dapat dikatakan merger yang dilakukan PT. INDOSAT Tbk tidak
mampu mendatangkan sinergi.