Abstract :
Optimalisasi nilai perusahaan yang merupakan tujuan perusahaan dapat
dicapai melalui pelaksanaan fungsi manajemen keuangan, dimana satu
keputusankeuangan yang diambil akan mempengaruhi keputusan keuangan
lainnya dan berdampak pada nilai perusahaan. Hubungan antara kepemilikan
manajerial dengan nilai perusahaan adalah hubungan nonmonotonic yang muncul
karena adanya insentif yang dimiliki oleh manajer dan mereka berusaha
melakukan pensejajaran kepentingan dengan outsider ownership dengan cara
meningkatkan kepemilikan saham mereka jika nilai perusahaan meningkatemakin
tinggi kepemilikan institusional maka akan mengurangi perilaku opportunistic
manajer yang dapat mengurangi agency cost yang diharapkan akan meningkatkan
nilai perusahaan. Jumlah pemegang saham yang besar (large shareholders)
mempunyai arti penting dalam memonitor perilaku manajer dalam perusahaan
Populasi dalam penelitian ini adalah Laporan keuangan perusahaan sektor
manufaktur yang go publik di BEI dari periode tahun 2008 sampai dengan tahun
2010. Sampel dalam penelitian ini adalah 8 perusahaan tambang selama 3 tahun
yaitu 2008-2010 sejumlah 13 Perusahaan. Teknik sampel yang digunakan adalah
purposive sampling yaitu penarikan sampel berdasarkan pertimbangan atau
kriteria-kriteria tertentu. Data yang dipergunakan adalah data sekunder yaitu data
yang berasal dari perusahaan. Sedangkan analisis yang dipergunakan adalah
analisis regresi linier berganda.
Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah didapatkan bahwa 1).
Struktur kepemilikan berpengaruh terhadap nilai perusahaan manufaktur yang go
publik di BEI . 2).Keputusan keuangan berpengaruh tidak langsung terhadap nilai
perusahaan manufaktur yang go publik di BEI dan tidak terbukti sebagai variabel
interviening
Keyword : Struktur Kepemilikan, Keputusan Keuangan, Nilai Perusahaan