Abstract :
Pertumbuhan dan perkembangan pada suatu perusahaan dewasa ini yang semakin
pesat baik pada sektor industri, keuangan, jasa maupun perdagangan ternyata
mengakibatkan timbulnya masalah-masalah bagi perusahaan dalam mengelolanya untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Organisasi membutuhkan mekanisme tertentu untuk
menjamin agar aktivitas-aktivitas tersebut terpadu dan terkoordinasi, penting pula agar
rencana yang disusun itu dipadukan dengan strategi, jika tidak perusahaan bisa tidak
terarah, cara utama bagaimana aspek-aspek implementasi ini dapat dilakukan ialah dengan
menyusun rencana kebijakan dan proses administratif, atau dengan kata lain pengendalian
intern.
Aini Swalayan Surabaya sebagai salah satu usaha bisnis yang berorientasi dalam
bidang barang, memiliki suatu susunan pembagian tanggungjawab menurut fungsi dan
hirarki. Antara lain Kegiatan penerimaan barang, yang diserahkan kepada suatu unit khusus
yaitu bagian penerimaan. Kegiatan pencatatan, yang diserahkan kepada bagian akuntansi.
Kegiatan penyimpanan barang, yang diserahkan kepada bagian gudang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem pengendalian intern prosedur
penerimaan dan pengeluaran barang pada Aini Swalayan Surabaya apakah telah
diterapkan sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan perusahaan. Pendekatan yang
digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan menggunakan metode
studi kasus..
Hasil penelitian menunjukan selama ini Aini Swalayan masih belum melaksanakan
sistem pengendalian intern yang memadai karena masih adanya praktek-praktek yang tidak
sehat dan karyawan yang tidak cakap dalam melaksanakan pengendalian intern atas
prosedur penerimaan dan pengeluaran barang. Dengan kekurangan yang ada diharapkan
Aini Swalayan Surabaya diharapkan dapat memperbaiki sistem pengendalian intern atas
prosedur penerimaan dan pengeluaran barang. Penggunaan dokumen atau formulir secara
lengkap dan terperinci dalam melakukan permintaan, penerimaan dan pengeluaran barang
dapat mengurangi terjadinya kesalahan dan kecurangan dalam hal permintaan dan
pengeluaran barang agar setiap keluar masuknya barang di gudang sesuai dengan yang
tercatat dalam data stock barang.
Kata Kunci : Sistem pengendalian intern, Laporan persediaan barang, Swalayan