Abstract :
Persaingan bisnis menuntut perbaikan bisnis yang bersifat komprehensif,
Oleh sebab itu diperlukan dasar pengukuran yang sifatnya menyeluruh yang
mampu menganalisis dan menjadi dasar kebijakan bisnis yang tepat sesuai dengan
strategi perusahaan. Disini pengukuran balanced scorecard punya peranan
penting menentukan keberhasilan perusahaan.
PDAM Delta Tirta Sidoarjo sebagai perusahaan pelayanan publik di
bidang air minum, mempunyai visi sebagai perusahaan percontohan (pilot project)
dibidang PDAM pada tingkat nasional. Catatan audit menunjukkan ada penurunan
capaian perusahaan pada tahun 2009. Hal ini menjadi penting untuk mengukur
dan menilai sejauh mana kinerja perusahaan dinilai berdasarkan empat prespektif
balanced scorecard.
Kelemahan pada perspektif yang ketiga ini mungkin dapat dikaitkan pada
kelemahan pada perspektif pertama, maupun kedua. Pada perspektif pembelajaran
ini PDAM Delta Tirta Sidoarjo kurang optimal dalam meningkatkan produksi,
dan jumlah karyawan yang terlatih. Indikator pelatihan menunjukkan kinerja yang
baik ditandai dengan peningkatan jumlah karyawan yang terlatih. Akan tetapi
produktivitas kerja menunjukkan masih terdapat kekurangan. Rendahnya
produktivitas kerja, dimana pada tahun 2011 hanya mencapai 25,03, sedangkan
standard pertahunnya mencapai 26,89. Oleh Sebab itu dalam memperbaiki
kinerja, sebaliknya yang diperhatikan adalah pengintensifan peningkatan pelatihan
dan pendisiplinan karyawan. Perlu juga ditingkatkan upaya untuk membuat
system reward dan punishment, untuk mendorong peningkatan produktivitas
secara kompetitif pada karyawan.