Abstract :
Krisis Ekonomi yang melanda Indonesia pada dekade akhir 1990-an.
Menyebabkan selurus potensi ekonomi berada diambang kebangkrutan. Sektor
riil yang juga di pengaruhi oleh sektor jasa keuangan (perbankan) terkena
dampaknya terpaksa ditutup atau dibekukan. Karena tidak mampu bertahan
secara operasional. Padahal perbankan pada saat itu tengah tumbuh diberbagai
daerah. Lumpuhnya dunia perbankan pada saat itu dikarenakan banyaknya
lembaga perbankan yang dihantam kredit macet. Bank Perkreditan Rakyat
(BPR) sebagai salah satu dari dua jenis bank yang ada di Indonesia seperti
dimaksudkan dalam Undang-undang No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan
sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No. 10 Tahun 1998 yang
keberadaannya diharapkan mampu memberikan pelayanan bagi masyarakat
golongan ekonomi lemah dan pengusaha kecil dipedesaan maupun
diperkotaan. Berdasarkan latar belakang tersebut, tujuan penelitian ini adalah
megetahui dan membuktikan bahwa terdapat pengaruh rasio CAMEL terhadap
Earnings Quality pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Damata Arta Nugraha
Lamongan.
Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan
keuangan BPR. Damata Arta Nugraha dan variabel yang digunakan adalah
Rasio CAMEL (CAR, NPL, ROA, BOPO, LDR) serta variabel kualitas laba
yaitu pertumbuhan laba. Untuk menjawab permasalahan dan hipotesis,
digunakan uji t untuk dua beda rata-rata dengan sampel berpasangan (paired
sampel t-test)
Berdasarkan hasil analisis menyebutkan bahwa Secara signifikan rasio
CAMEL (CAR, ROA, BOPO, NPL, dan LDR) berpengaruh bersamaan
terhadap kualitas laba BPR. Damata Arta Nugraha Lamongan. Secara parsial
rasio ROA yang hanya berpengaruh signifikan terhadap kualitas laba BPR.
Damata Arta Nugraha. Hal ini didukung oleh kepatuhan manajemen terhadap
ketentuan Batas Umum Pemberian Kredit
Keywords : Rasio CAMEL, Earnings Quality