Abstract :
Terjadinya krisis ekonomi yang melanda indonesia tahun 1997 dampaknya masih
terasa sampai saat ini. Perusahaan tidak hanya dituntut untuk menghasilkan produk yang
bermutu dan memuaskan konsumen tetapi juga harus mampu mengelola keuangannya dengan
baik. Salah satu masalah dalam kebijaksanaan keuangan dalam perusahaan adalah masalah
struktur modal. Masalah struktur modal merupakan masalah penting bagi setiap perusahaan,
karena baik buruknya struktur modal akan mempunyai efek langsung terhadap posisi
keuangan perusahaan. Obyek penelitian adalah perusahaan consumer good yang terdaftar di
Bursa efek Indonesia.
Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari indonesia capital
market directory yang go public periode 2008 sampai 2010 dengan variabel bebas yaitu,
Firm size (X1), Tangibility of Asset (X2), Profitabilitas (X3), dan Struktur Modal (Y) sebagai
variabel terikat. Populasi penelitian adalah perusahaan consumergood yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia sejumlah 35 perusahaan dengan menggunakan purposive sampling, maka
jumlah sampel sebanyak 15 perusahaan. Model analisis yang digunakan adalah uji regresi
linier berganda.
Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa Variabel yang secara
parsial berpengaruh terhadap struktur modal (Y) adalah firm size (X1), sedangkan variabel
yang secara parsial tidak berpengaruh terhadap struktur modal (Y) adalah Tangibility of
Assets (X2) dan Profitability (X3).
Key words: Firm Size, Tangibility of Asset, Profitability, and Struktur Modal