Abstract :
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ?VETERAN? JAWA TIMUR
FAKULTAS HUKUM
Nama : Abi Anggoro Jati
NPM : 0771010095
Tempat Tanggal Lahir : Nganjuk, 9 September 1988
Progam Studi : Pidana
Judul Skripsi :
ANALISIS YURIDIS TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN PELAKU
DEMONSTRASI YANG BERSIFAT ANARKIS
Abstraksi
Unjuk rasa atau demonstrasi merupakan salah datu bagian dari kehidupan
demokrasi di suatu negara karena demonstrasi merupakan salah satu cara untuk
mengungkapkan pendapat di muka umum. Namun demonstrasi terkadang telah menjadi
semakin tak berarah, dan merugikan masyarakat apabila terjadi tindak pidana misalnya
dengan pengrusakan serta anarkisme. Penelitian ini menggunakan metode penelitian
yuridis normatif. Metode pengolahan data yang digunakan adalah metode deskriptif
kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif yaitu mengkaji literatur-literatur yang
berkaitan, pendapat para ahli hukum terkait dan analisa kasus dalam dokumen-dokumen
untuk memperjelas hasil penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentukbentuk
dan tata cara dalam menyampaikan pendapat di muka umum dan untuk
mengetahui sanksi bagi pelaku demonstrasi yang bersifat anarkis. Kesimpulan dari hasil
penelitian ini adalah bentuk-bentuk menyampaikan pendapat di muka umum antara lain
yaitu demonstrasi, pawai, rapat umum, dan mimbar bebas sesuai dengan ketetapan dari
Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 Tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat
di Muka Umum. Dalam melakukan kegiatan demonstrasi pertama yang harus dilakukan
adalah melakukan izin kepada Kepolisian sekitar yang akan menjadi tempat
berlangsungnya kegiatan demonstrasi tersebut. Setelah semua persyaratan dalam
melakukan demonstrasi terpenuhi maka kegiatan demonstrasi dapat dilangsungkan
dengan pengamanan aparat kepolisian sekitar. Apabila terjadi tindakan anarkis dalam
kegiatan demonstrasi tersebut, maka yang bertanggung jawab adalah koordinator dan
pelaku demonstrasi yang melakukan tndakan anarkisme tersebut. Sanksi yang dijatuhkan
kepada pelaku demonstrasi yang bersifat anarkis tersebut didasarkan pada KUHP sesuai
dengan tindak pidana yang mereka lakukan.
Rally or demonstration is part of the datu democracy in a country because of the
demonstration is one way to express their opinions in public. But sometimes
demonstrations have become increasingly trending, and adverse public event such as the
destruction of the crime and anarchism. This study uses a normative juridical research.
Data processing method used is descriptive method with qualitative normative juridical
approach that is reviewing the related literature, expert opinion and analysis of relevant
case law in the documents to clarify the results of the study. This study aims to determine
the forms and procedures in publicly expressing an opinion and to determine sanctions
for perpetrators who are anarchist demonstrations. Conclusions from this research are
forms of expression in public, among others, the demonstrations, marches, rallies, and
speeches in accordance with the provisions of Law No. 9 of 1998 concerning Freedom of
Expression in Public. In the first demonstration activities to be done is to permit the
police about who will be the venue for the demonstration activities. Once all
requirements are met then the demonstration demonstration activities can be carried out
by the security police around. In the event of anarchy in the activities of the
demonstration, then who is responsible for coordinating and conducting demonstration
actors such tndakan anarchism. Sanctions imposed on perpetrators who are anarchist
demonstrations are based on the Penal Code in accordance with a crime they did.
Kata Kunci : Demonstrasi, Anarkis