Abstract :
Karya sastra merupakan media untuk mengkomunikasikan ide atau
gagasan si pencipta kepada khalayak luas. Dimensi ruang dan waktu dalam
sebuah cerita rekaan mengandung tabiat tanda-menanda yang menyiratkan makna
semiotika. Karya sastra yang baik selalu memberikan pesan kepada pembacanya
untuk berbuat baik, maksudnya karya sastra tersebut mengajak pembaca untuk
menjunjung tinggi norma-norma moral. Penelitian tentang moral menarik
perhatian penulis karena menyangkut kualitas perbuatan manusia dan gejala-
gejala yang ada di lingkungan masyarakat.
Metode penelitian yang digunakan adalah analisis semiotik yang termasuk
dalam penelitian kualitatif. Metode kualitatif menggunakan teori semiologi
Roland Barthes yang diinterpretasikan menjadi lima kode, yaitu kode
hermeneutik, kode semik, kode simbolik, kode proaretik dan kode gnomik
(kultural). Data yang terdapat dalam obyek penelitian dibagi menjadi dua sistem
pemaknaan dan diuraikan menjadi 17 leksia. Pada tahap kedua yaitu sistem mitos,
sebagai suatu bahasa pada tatanan signifikasi dianalisa secara mitologi pada
tatanan bahasa atau sistem semiologi tingkat pertama.
Hasil penelitian ini berdasarkan dari hasil analisis dan interpretasi terhadap
teks kalimat dalam novel My Sister Keeper yang merupakan konotasi-konotasi
yang sengaja dibuat oleh pengarang untuk membuat pembaca menemukan kode-
kode yang tersembunyi di dalam teks novel ini. Pengarang memberikan ideologi
atau persepsi yang baru dan berbeda dalam novel ini.