Abstract :
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana persepsi sivitas
akademika UPN Veteran Jatim terhadap buletin UPN News serta media nirmassa
kampus seperti apa yang diharapkan oleh para sivitas akademika UPN Veteran Jatim.
Buletin UPN News merupakan buletin nirmassa yang diterbitkan oleh Persma
UPN Veteran Jatim. Karena faktor periodesitas mempengaruhi efektifitas buletin
tersebut dalam memegang peranannya sebagai media internal kampus karena level
keterbacaannya tidak tentu. Hal itu mampu menimbulkan perbedaan pandangan
dalam mempersepsi pesan karena pembaca belum tentu akan membaca buletin di
setiap penerbitannya dan persepsi oleh tiap individu pasti berbeda karena dipengaruhi
oleh tatanan psikologinya.
Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan teori yang
digunakan adalah Individual Differences Theory oleh Melvin D. Khalayak yang
secara selektif memperhatikan suatu pesan komunikasi, khususnya jika berkaitan
dengan kepentingannya, akan sesuai dengan sikapnya, kepercayaannya dan nilai-
nilainya. Tanggapannya terhadap pesan komunikasi itu akan diubah oleh tatanan
psikologisnya. (Effendy 2003: 316).
Data yang diperoleh adalah data hasil observasi, wawancara dan studi
literatur. Informan yang didapat didasarkan pada purposive sampling yang mencakup
orang-orang yang diseleksi atas dasar kriteria-kriteria tertentu yang dibuat peneliti
berdasarkan tujuan penelitian. Jumlah informan dalam penelitian ini adalah 7 orang
yang telah memenuhi kriteria yang diinginkan oleh peneliti.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, persepsi informan terhadap buletin
UPN News sejauh ini masih positif tapi belum efektif. Banyak kekurangan tentang
tampilan fisik (layout, warna, kertas cetakan), konten atau isi berita, periodesitas dan
aktualitas berita. Media internal yang diharapkan oleh informan adalah media yang
mampu mengcover seluruh pemberitaan yang benar-benar menjadi sumber informasi
independen, memberitakan berita secara terfokus dan fair yang mampu mewakili
semua aspek, sinkronisasi berita dan sebagai media berlatih tanpa meninggalkan
fungsi-fungsi pers.