Abstract :
Komunikasi antara orang tua dengan anak harus dibangun secara harmonis untuk
menanamkan pendidikan yang baik pada anak. Buruknya kualitas komunikasi orang tua dengan
anak berdampak buruk bagi keutuhan dan keharmonisan keluarga. Seperti contoh, faktor
penyebab anak kecanduan merokok sehingga mengakibatkan menjadi perokok aktif yang
merupakan akibat dari lemahnya komunikasi interpersonal dalam keluarga sehingga merusak
kekokohan konsentrasi serta keutuhan keluarga tersebut.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Komunikasi Interpersonal. Teori
Komunikasi Interpersonal adalah yaitu sebagai proses pengiriman dan penerimaan pesan antara
dua orang atau diantara sekelompok kecil orang-orang, dengan beberapa efek dan umpan balik
seketika. Dengan bertambahnya orang-orang yang terlibat dlam berkomunikasi, menjadi
bertambah komplekslah komunikasi tersebut.
Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan metode kualitatif yang bertujuan
untuk menjelaskan fenomena dengan sedalam-dalamnya. Metode ini menggambarkan serta
menguraikan atas suatu kejadian sejernih mungkin tanpa adanya perlakuan-perlakuan terhadap
objek yang diteliti. Teknik yang akan digunakan untuk mengumpulkan sumber data utama
adalah wawancara mendalam (in-dept interview) yang menghasilkan kata-kata atau berupa
tindakan.
Berdasarkan analisa data dan pembahasan hasil penelitian, maka dapat dikemukakan
bahwa terdapat Dua jenis pola komunikasi pada orang tua dengan mahasiswi yang kecanduan
merokok, yaitu Authoritative dan Permissive. Namun secara garis besar hasil penelitian ini
adalah menunjukkan bahwa dari dua orang tua yang anak mahasiswinya kecanduan merokok
menganut pola komunikasi Authoritative, sedangkan satu keluarga lainnya menganut pola
komunikasi Permissive.
Pola komunikasi yang harus digunakan orang tua pada anak mahasiswinya yang
kecanduan merokok adalah pola komunikasi Authoritative atau pola komunikasi demokratis.
Sehingga komunikasi interpersonal antara orang tua dengan anak mahasiswinya terjalin dengan
baik sebagai komunikator maupun sebagai komunikan. Orang tua harusnya mampu memelihara
hubungan yang harmonis antar vanggota keluarga. Hubungan yang harmonis penuh pengertian,
dan kasih sayang akan membuahkan perkembangan perilaku anak yang baik.