Abstract :
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ?VETERAN? JAWA TIMUR
FAKULTAS HUKUM
Nama Mahasiswa : Diana Syahbani
NPM : 0871010084
Tempat Tanggal Lahir : Surabaya, 16 Maret 1991
Program Studi : Strata 1 (S1)
Judul Skripsi :
TINJAUAN YURIDIS TENTANG PERBUATAN PEREDARAN
OBAT-OBATAN ILEGAL MENURUT UNDANG-UNDANG NO.36
TAHUN 2009 TENTANG KESEHATAN
ABSTRAKSI
Dalam kehidupan obat sangatlah berperan penting. Karena hal tersebutlah
banyak masyarakat yang memanfaatkannya. Mencari keuntungan dengan
mengedarkan obat-obatan ilegal yang memang harganya jauh lebih murah
daripada obat yang telah mendapat izin edar dari BPOM. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui apa saja yang termasuk unsur-unsur perbuatan peredaran obatobatan
ilegal dan pertanggung jawaban pelaku peredaran obat-obatan ilegal.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif analisis. Sumber data
diperoleh dari penelitian di Balai Besar POM dan dari literatur-literatur karya tulis
ilmiah dan perundang-undangan yang berlaku.
Hasil penelitian dapat disimpulkan seseorang Dapat dikatakan melakukan
perbuatan peredaran obat-obatan ilegal bila melanggar pasal 196-197 Undangundang
nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Sedangkan bagi korporasi yang
melakukan peredaran obat ilegal dijerat dengan pasal 201 Undang-undang
Kesehatan. Peredaran obat-obatan ilegal yang sering terjadi di masyarakat
sebagian besar melalui situs-situs internet. Tidak hanya melalui jalur itu saja,
peredaran obat ilegal juga dapat masuk ke jalur resmi peredaran obat seperti
Pabrik-PBF-Apotek-Rumah sakit.
Akibat dari adanya peredaran obat ilegal ini sangat merugikan masyarakat,
sebagian besar disebabkan oleh penggunaan obat kuat yang tanpa berkonsultasi
dengan dokter ahli sebelumnya dan obat pelangsing. Oleh sebab itu pelaku
perbuatan peredaran obat-obatan ilegal wajib dimintai pertanggung jawabannya.
Pertanggung jawaban pelaku tidak hanya berupa sanksi pidana tetapi juga ada
sanksi administratif yang berlaku.
Kata Kunci : Peredaran, obat-obatan ilegal