Abstract :
Menonton program acara blakra?an di JTV memang selalu menarik
perhatian orang yang terlepas dari kejenuhan. Program acara blakra?an itu sendiri
adalah sebuah program dokumenter yang berisikan berita ringan (soft news) yang
memberikan informasi dan juga wawasan seputar berbagai unsur yang ada di
Surabaya, seperti informasi mengenai sejarah, informasi mengenai kebudayaan,
informasi mengenai cerita dari potret Surabaya tempo dulu, dan informasi
mengenai bahasa Surabaya. Berkaitan dengan hal tersebut, maka tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana motif pemirsa Surabaya dalam
menonton program acara blakra?an di JTV.
Landasan teori yang digunakan yaitu Teori Uses and Gratifications
dimana anggapan dasar dari teori ini menyatakan bahwa teori ini tidak tertarik
pada apa yang dilakukan media, tetapi tertarik pada apa yang dilakukan media
terhadap orang. Jadi anggota khalayak dianggap aktif menggunakan media massa
untuk memenuhi kebutuhannya. Penelitian ini menganalisis fenomena tersebut
mengacu pada tiga motif, yaitu motif kognitif, motif identitas personal, dan motif
diversi dengan masing-masing indikatornya.
Segmentasi dari penelitian ini adalah para pemirsa yang berusia 18 ? 40
tahun bertempat tinggal di Surabaya. Penarikan sampel dilakukan dengan
menggunakan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data pada
tiap motif menggunakan kuesioener yang disebarkan ke 100 responden, dan
analisis data menggunakan analisis deskriptif.
Kesimpulannya, ada tiga motif yang mendasari penonton menyaksikan
acara blakra?an di JTV, yaitu motif kognitif, motif identitas personal, dan motif
diversi. Dari ketiga motif tersebut yang paling tinggi adalah motif kognitif, hal ini
dikarenakan penonton lebih banyak ingin mendapatkan informasi dibandingkan
mendapatkan hiburan, sedangkan motif yang terendah adalah motif identitas
personal, karena hanya terdapat 5 pertanyaan saja pada motif ini, dan pemirsa
cenderung menginginkan suatu hiburan dan informasi daripada hanya sekedar
menonjolkan sesuatu yang penting dalam kehidupan atau khalayak sendiri.