Abstract :
Pembelajaran yang dilakukan guru sering menggunakan metode ceramah dan minimnya guru menggunakan alat peraga. Dampak yang terlihat yaitu rendahnya nilai siswa SD 1 Karangbener yaitu 45 dengan kriteria ketuntasan minimal yaitu 75. Berdasarkan data tersebut perlu dikembangkan sebuah model pembelajaran yang membuat siswa ikut berpartisipasi di dalam materi yang dipelajari, yaitu model Contextual Teaching and Learning (CTL). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengelolaan guru, aktivitas belajar siswa, dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA siswa kelas IV SD 1 Karangbener tahun 2013/2014.
CTL adalah suatu strategi pembelajaran yang melibatkan siswa aktif secara langsung sehingga siswa mengalami secara nyata proses pembelajarannya dan dapat diterapkan dalam kehidupan siswa. Hasil belajar IPA adalah sebuah akibat yang berupa kemampuan dari hasil pengalaman yang diterimanya dari proses belajar tentang alam beserta makhluk hidupnya dengan melalui observasi dan dilanjut dengan eksperimen guna mengambil kesimpulan tentang hasil objek studi yang diteliti. Sasaran yang dicapai yaitu hasil belajar siswa, aktivitas siswa, dan pengelolaan guru sebagai bukti keberhasilan proses belajar mengajar materi energi panas dan energi bunyi di kelas IV.
Penelitian tindakan kelas dilaksanakan di kelas IV SD 1 Karangbener dengan subjek penelitian 10 siswa. Penelitian ini berlangsung selama dua siklus, dengan dua kali pertemuan setiap siklusnya. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Variabel bebas adalah model CTL, sedangkan variabel terikat adalah hasil belajar IPA.
Hasil penelitian ini diawali dengan kondisi awal siswa sebelum dilakukan tindakan mendapat ketuntasan 0% dengan rata-rata 45. Terdapat peningkatan ketuntasan hasil belajar IPA siswa yaitu siklus I (30%) dan meningkat di siklus II (100%). Aktivitas belajar siswa meningkat pada siklus I ke siklus II yaitu 66.75% menjadi 81.25%. Pengelolaan guru juga mengalami peningkatan pada siklus I ke siklus II yaitu 75% menjadi 95.24%. Hal ini menandakan adanya peningkatan pengelolaan guru ketika melakukan tindakan pembelajaran menggunakan model pembelajaran CTL
Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan pada kelas IV SD1 Karangbener dapat disimpulkan bahwa penerapan model CTL dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas IV SD 1 karangbener. Peneliti menyarankan agar penggunaan model CTL dapat diterapkan oleh setiap pengajar dan dikembangkan dengan penggunaan alat peraga yang sesuai sehingga siswa dapat menyerap materi dengan mudah dan menyenangkan.