Abstract :
ABSTRAK
Penetapan harga jual pada PT. Srikandi Plastik Sidoarjo pada tiap
tahunnya mengalami perubahan, begitu juga terhadap insentif yang diberikan
kepada karyawan, yang mana hal ini dimungkinkan berakibat pula pada
perubahan laba yang diperoleh. Berdasarkan hal tersebut tujuan yang ingin dicapai
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara penetapan
harga jual dan prosentase kenaikan insentif dengan peningkatan laba bersih di PT.
Srikandi Plastik Sidoarjo.
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah laba bersih (Y), harga
jual (X1), dan insentif (X2). Pengukuran dilakukan dengan menggunakan skala
rasio. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu
menggunakan metode dokumentasi, berupa laporan hasil akhir perhitungan laba
bersih, laporan pemberian insentif, dan laporan harga jual PT. Srikandi Plastik
Sidoarjo pada periode tahun 2002-2007 yang diperoleh melalui data yang
diberikan oleh perusahaan. Teknik analisa yang digunakan adalah korelasi
Pearson Correlation.
Berdasarkan permasalahan serta hasil analisis, maka dapat diambil
kesimpulan bahwa koefisien korelasi antara penetapan harga jual dengan
peningkatan laba bersih adalah sebesar -0.949, dengan nilai signifikansi 0.000.
Hubungan antara kedua variabel tersebut besar (mendekati 1), dengan arah
hubungan negatif yang berarti bahwa kedua variabel tersebut memiliki hubungan
yang berlawanan. Artinya apabila penetapan harga jual naik maka akan
menurunkan perolehan laba bersih perusahaan. Dan koefisien korelasi antara
prosentase kenaikan insentif dengan peningkatan laba bersih sebesar -0.302
dengan nilai signifikansi 0.339. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara
kedua variabel tersebut tidak terlalu besar. Meskipun demikian, penelitian ini
berhasil membuktikan bahwa memang ada hubungan (korelasi) antara penetapan
harga jual dan prosentase kenaikan insentif dengan peningkatan laba bersih PT.
Srikandi Plastik Sidoarjo.