Abstract :
CFC-12 (Dichloro Difluoro Carbon) sebagai bahan aktif masih banyak digunakan
oleh suatu industri untuk menghasilkan suatu produk. Tidak sedikit CFC-12 (Dichloro
Difluoro Carbon) menjadi sebuah limbah akibat tidak efektifnya lagi didalam proses produksi
maupun yang lepas atau bocor dari refrigeran. Keberadaan CFC-12 (Dichloro Difluoro
Carbon) sebagai limbah dalam sebuah industri akan mengakibatkan dampak yang serius
pada lapisan stratosfer.
Oleh karena itu diusahakan suatu sistem yang efektif dan efisien untuk digunakan
sebagai sarana utama yang mampu mengurangi kadar Cl dalam limbah gas CFC-12 (Dichloro
Dilluoro Carbon) sampai kadar 0.524 gr/gr gas CFC-12 sesuai standar yang diijinkan,
yaitu sistem kimia adsorpsi dengan logam magnesium murni sebagai adsorbennya. Sistem
ini terdiri dari komponen yang dapat mengubah bentuk kimia dari CFC-12 (Dichloro Difluoro
Carbon) menjadi senyawa yang lain yang tidak berbahaya terhadap lingkungan terutama
lapisan ozon. Sehingga kekhawatiran terhadap dampak negatif akibat rusaknya ozon dan
pemanasan global yang disebabkan oleh emisi CFC-12 (Dichloro Difluoro Carbon) dapat
teratasi.
Pada penelitian ini dilakukan dengan sistem adsorbsi dengan menggunakan kolom
packing dan magnesium murni sebagai adsorbennya. Analisis kadar Cl menggunakan metode
DPD (dietil Parapenilen Diamin) dan cholorimetri. Adapun variabel untuk perbandingan
massa adsorbent dengan massa limbah gas CFC-12 yaitu 4 : 1 (10 gr magnesium dan 2.5 gr
gas CFC-12) dan 6 : 1 (15 gr magnesium dan 2.5 gr gas CFC-12). sedangkan untuk variabel
waktu yaitu berturutturut 5 menit, 10 menit, dan 15 menit.
Dari hasil data hasil praktikum limbah gas CFC-12 dengan flow rate 25 gr/menit
mempunyai waktu yang lebih cepat untuk mencapai titik tembus yaitu 6,5 menit dibandingkan
dengan limbah gas CFC-12 dengan flow rate 14 gram/menit yaitu 11 menit.