Abstract :
Alkohol atau sering disebut dengan ethanol (ethyl alkohol) yang didalam
dunia industri sering digunakan sebagai bahan pelarut, dapat diproduksi dengan
cara proses fermentasi menggunakan khamir Saccharomyces cereviceae.
Adapun bahan dasar yang dapat difermentasikan antara lain bahan-bahan
yang mengandung sakarin, pati, dan selullosa. Produksi bioethanol untuk
penelitian saat dilakukan dengan menggunakan bahan dasar pati yang berasal dari
limbah biji jagung dari industri pembibitan benih jagung (PT.BISI
INTERNASIONAL Tbk) yang kadar patinya 63%.
Sebelum dilakukan proses fermentasi, terlebih dahulu dilakukan proses
hidrolisa dengan menggunakan bakteri penghasil enzim ? -amilase yaitu Bacillus
subtilis hingga diperoleh suatu larutan yang mengandung gula (glukosa). Larutan
hasil hidrolisa yang mengandung kadar glukosa 15,22 ini kemudian difermentasi
selama selang waktu yang telah ditentukan dengan menggunakan khamir jenis
Saccharomyces Cereviceae.
Dari hasil percobaan diperoleh suatu kesimpulan bahwa limbah biji jagung
yang mengandung kadar pati 63% dengan sampel 50 ml dapat menghasilkan
bioethanol, hasil maksimum yang diperoleh yaitu pada 6 hari hidrolisa bacillus
7,5 % dan proses fermentasi menggunakan Saccharomyces cereviceae 7,5% yang
berlangsung pada 9 hari dengan kadar bioethanol yang dihasilkan sebesar 6,14%
dengan jumlah yield terbesar yaitu 28,22%.