Institusion
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
Author
Laurentius , Kelik Dwi Ananta
Subject
TP155 Chemical engineering
Datestamp
2013-04-15 07:52:38
Abstract :
Kubis (Brassica oleracea) merupakan salah satu jenis sayuran yang
banyak tumbuh di daerah dataran tinggi. Sayuran ini bersifat mudah layu, rusak
dan busuk, sehingga menghasilkan limbah (bau) yang menjadi suatu
permasalahan lingkungan. Limbah daun kubis yang membusuk inilah merupakan
tempat hidupnya suatu bakteri yang dinamakan Lactobacillus plantarum,
Lactobacillus delbrukil, Laktobacillus fermentum dan Lactobacillus brevis.
Lactobacillus merupakan suatu mikroorganisme yang berfungsi dalam
pembentukan Asam laktat dari laktosa. Proses fermentasi asam laktat terjadi
karena adanya aktivitas bakteri laktat yang secara alami terdapat pada limbah
daun kubis tersebut dan mengubah glukosa menjadi asam laktat pada kondisi
anaerob dengan penambahan Na3PO4 secukupnya.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan membuat asam laktat dari limbah
kubis putih dengan proses fermentasi serta mendapatkan kondisi terbaik untuk
waktu fermentasi dan penambahan Na3PO4 yang sesuai sehingga dapat
menghasilkan asam laktat dengan kadar yang tinggi.
Bahan baku yang digunakan adalah limbah kubis putih yang diperoleh dari
kebun petani di Batu. Proses pembuatan Asam laktat dari limbah kubis mula-mula
mencuci limbah kubis hingga bersih kemudian menghaluskan tanpa penambahan
air. Selanjutnya menimbang limbah kubis sebanyak 100 g dan memasukkan
kedalam fermentor (erlenmeyer) dan menambahkan Na3PO4 kedalam fermentor
(erlenmeyer) dan segera menutupnya dengan menggunakan kapas dan aluminium
foil. Proses fermentasi berlangsung pada kondisi anaerob dan pada suhu kamar
yaitu sekitar 30oC. Konsentrasi Na3PO4 yang ditambahkan divariasi sebanyak 1%
; 1,5% ; 2% ; 2,5% ; 3% dan 3,5%. Sedangkan waktu fermentasi dilakukan selama
3, 6, 9 dan 12 hari. Analisa kadar asam laktat dilakukan dengan menggunakan alat
HPLC (High Performance Liquid Chromatography).
Berdasarkan hasil analisa diperoleh kadar asam laktat tertinggi sebesar
2,59% pada pH 3,5. Kondisi terbaik untuk waktu fermentasi didapatkan pada 9
hari fermentasi dan konsentrasi Na3PO4 yang sesuai untuk produksi asam laktat
sebesar 3%.