Abstract :
Pada industri kertas, proses pembuatan pulp khususnya proses bleaching masih banyak
yang menggunakan senyawa klorin dalam jumlah yang tidak sedikit. Hal ini merupakan suatu
ancaman bagi lingkungan hidup karena limbah yang dihasilkan sangat berbahaya dan beracun.
Dalam mengatasi masalah tersebut, diperlukan suatu cara alternatif untuk menghemat /
mengurangi pemakaian bahan kimia dalam proses bleaching yang salah satunya dengan
pemanfaatan enzim xylanase dan juga menggantikan bahan bleaching bersenyawa klor dengan
bahan lain yang berkualitas dan lebih ramah lingkungan, yaitu H2O2. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh enzim xylanase dalam penghematan pemakaian bahan
kimia pada proses bleaching pulp dari hasil delignifikasi kulit buah kakao, yang secara
mekanismenya yaitu dengan mendegradasi hemiselulosa dalam pulp. Dalam penelitian ini
dilakukan secara dua tahap, tahap I adalah proses preblaching dan tahap II adalah proses
bleaching. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diketahui hasil terbaik pada proses
prebleaching yaitu pulp dengan kadar hemiselulosa 0,90% dengan dosis enzim xylanase 5 %
(v/b), waktu operasi 105 menit dan kemampuan maksimal enzim xylanase dalam pendegradasian
hemiselulosa yaitu sebesar 10,71% (dari 11,61 menjadi 0,90). Pada proses bleaching hasil terbaik
diperoleh dengan dosis H2O2 50% (v/b) yaitu derajat putih sebesar 56,8 %. Sedangkan pada
proses belaching tanpa enzim xylanase derajat putih sebesar 51,2 %. Hal ini menunjukkan bahwa
enzim xylanase dapat menghemat / mengurangi pemakaian H2O2 sebesar 10% .
Kata kunci : enzim xylanase, hydrogen peroksida, bleaching, kulit buah kakao