Abstract :
Asam oksalat yang mempunyai banyak kegunaan, antara lain untuk
menetralkan kelebihan alkali pada pencucian dan sebagai bleaching, sebagai bahan
pencampur zat warna dalam industri tekstil dan cat, dimana kebutuhannya sampai saat
ini masih mengimpor dari luar negeri. Sehingga dengan bahan baku utama batang eceng
gondok, penelitian dengan judul ?Pembuatan Asam Oksalat dari Batang Eceng
Gondok? ini, dimaksudkan untuk mengurangi impor asam oksalat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar asam oksalat yang terkandung
dalam batang eceng gondok, metode yang digunakan adalah peleburan hemiselulosa
(suatu polisakarida lain yang terdapat dalam tanaman dan tergolong senyawa organik)
dengan pelarut alkali (NaOH).
Adapun cara kerja pembuatan asam oksalat dengan peleburan hemiselulosa
adalah menimbang batang eceng gondok sebanyak x gram kemudian menambahkan
pelarut alkali (NaOH) dengan perbandingan 1:3 , campuran dimasukkan kedalam labu
leher tiga, kemudian dipanaskan diatas kompor listrik sesuai dengan suhu ± 150oC dan
konsentrasi 40%; 45%; 50%; 55% dan 60% dengan kecepatan pengadukan 500 rpm
selama 1 jam. Hasil peleburan dilarutkan dengan air panas, kemudian ditambahkan
CaCl2. Endapan yang terbentuk dilarutkan dalam H2SO4 , kemudian disaring dengan
karbon aktif dan dianalisa kadar asam oksalatnya.
Dari hasil penelitian, di dapatkan kesimpulan bahwa, % kadar asam oksalat
yang optimum diperoleh pada konsentrasi NaOH 55 % dan berat batang eceng gondok
30 gr dengan kadar sebesar 9,82 %,