Institusion
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
Author
DESI , APRILIANSARI
Subject
TS155 Production management. Operations management
Datestamp
2013-04-11 04:47:29
Abstract :
Persaingan dalam dunia industri di Indonesia sangat ketat, hal ini menuntut
kepada setiap perusahaan untuk memaksimalkan segala sumber daya yang ada
dalam perusahaan termasuk salah satunya mesin. Penggunaan mesin secara
kontinyu yang akan mengalami penurunan tingkat kesiapan mesin itu sendiri
setelah beroperasi pada jangka waktu tertentu. Dalam usaha untuk menjaga
tingkat kesiapan mesin agar hasil produksi tetap terjamin, maka dibutuhkan
kegiatan pemeliharaan mesin.
PT. Adiprima Suraprinta adalah perusahaan yang bergerak di bidang
produksi kertas koran (Newsprint Paper) dan kertas putih (Writing Print Paper).
Hasil produksi tersebut merupakan hasil dari daur ulang kertas bekas (Waste
Paper). Pada mesin produksi yang terdiri dari drum pulper, flotator, dan dryer
sering mengalami kerusakan diluar jadwal waktu perencanaan pemeliharaan. Hal
ini ditandai dengan adanya kerusakan pada salah satu mesin yaitu drum pulper
yang komponen end seal-nya memiliki lifetime selama 3 bulan namun tiba-tiba
sudah mengalami kerusakan yang tidak sesuai dengan lifetime karena end seal
putus akibat terjepit. Kerusakan tersebut akan berakibat pada terhentinya proses
produksi, keefektifan mesin menurun, serta biaya perawatan yang membengkak
dan tidak kalah penting konsumen dirugikan, kepercayaan perusahaan menurun
membuat konsumen kurang loyal terhadap produk, ini berdampak negatif bagi
perusahaan.
Berdasarkan permasalahan di atas, maka dilakukan perencanaan
pemeliharaan mesin menggunakan metode Markov Chain, sehingga dapat
memberikan perencanaan jadwal waktu pemeliharaan mesin, sehingga dapat
diupayakan kegiatan pemeliharaan mesin secara berkala.
Kondisi Rill biaya pemeliharaan perusahaan adalah sebesar Rp 850.260.623,
pemeliharaan usulan I menggunakan metode Markov Chain sebesar Rp
364.009.187 dan setelah menggunakan pemeliharaan usulan II metode Markov
Chain menjadi Rp 281.317.662 sehingga terjadi penghematan pada usulan I
sebesar Rp 486.251.436 atau dengan presentase sebesar (57.18%), dengan
perencanaan pemeliharaan untuk mesin Drum Pulper setiap 2 bulan, untuk mesin
flotator setiap 1 bulan, dan mesin Dryer dengan perencanaan pemeliharaan setiap
1 bulan. Untuk pemeliharaan usulan II terjadi penghematan sebesar Rp
568.942.961 atau dengan presentase sebesar (66.91%) dengan perencanaan
pemeliharaan untuk mesin Drum Pulper setiap 1 bulan, untuk mesin flotator
setiap 1 bulan, dan mesin Dryer dengan perencanaan pemeliharaan setiap 1 bulan.
Hal ini membuktikan bahwa metode Markov Chain dapat diterapkan sebagai
usulan respon teknis rencana jadwal waktu pemeliharaan mesin Drum Pulper,
Flotator dan Dryer yang lebih efektif yang juga berpengaruh untuk menekan
biaya pemeliharaan.
Kata kunci : Perencanaan Jadwal Waktu Pemeliharaan, Biaya
Pemeliharaan, Markov Chain
Hak Cipta