Abstract :
Kebisingan adalah semua suara yang tidak dikehendaki yang bersumber
dari alat-alat proses produksi atau alat-alat kerja yang pada tingkat tertentu dapat
menimbulkan gangguan pendengaran. Pengaruh gangguan kebisingan tergantung
pada intensitas dan frekuensi nada.
Dalam kegiatan operasional pabrik PDAU Tirta Rahayu menggunakan
mesin compressor untuk proses pembekuan. Pada proses ini mesin dijalankan
secara terus menerus untuk menstabilkan suhu ruang pembekuan. Bunyi dari
mesin inilah yang menyebabkan tingkat kebisingannya sangat tinggi karena tata
letak ruang pada area compressor terlalu dekat dengan area produksi sehinga arus
kebisingannya mengganggu pekerja di area produksi.
Mengingat besarnya dampak kebisingan yang ditimbulkan dari mesin
compressor maka perlu diadakan suatu usaha untuk mencegah dan
menanggulangi kebisingan. Upaya pengendalian kebisingan dapat melibatkan tiga
elemen yaitu sumber kebisingan, lintasan rambatan kebisingan dan penerima
kebisingan. Dengan adanya pengendalian kebisingan di ruang produksi
diharapkan dapat mereduksi tingkat kebisingan di ruang tersebut.
Dari hasil kajian didapat bahwa rata-rata tingkat kebisingan ruang
produksi 1 sebesar 91,16 dB dan produksi 2 sebesar 74,70 dB. Jadi ruang produksi
1 dikategorikan sebagai daerah dengan intensitas kebisingan tinggi, tidak
memenuhi standar keamanan tenaga kerja untuk bekerja selama 8 jam sehari.
Maka dari itu perlu dilakukan upaya pencegahan kebisingan di ruang produksi 1
agar para pekerja aman dari gangguan kebisingan. Adapun bentuk pengendalian
kebisingan meliputi pengendalian terhadap sumber bising, pengendalian melalui
medium perambatan, pengendalian terhadap pekerja, pengendalian secara
administratif.
Kata kunci : kebisingan, rata-rata kebisingan, pengendalian kebisingan
Hak