Abstract :
Konversi abu terbang batubara menjadi zeolit merupakan metode alternatif
pemanfaatan abu terbang. Pada penelitian ini, Pengurangan kandungan besi oksida
dengan perlakuan HCl 5 M dan aktivasi menggunakan perlakuan alkali
hidrotermal kemudian dilakukan pengujian penentuan kapasitas pengikatan
kalsium telah dilakukan. Proses pengurangan kandungan besi oksida dilakukan
dengan perlakuan HCl 5 M dengan variasi volume HCl 5 M pada kisaran 150 ml
? 550 ml dan berat abu terbang batubara pada kisaran 15 ? 55 gram dengan
pengadukan 300 rpm selama 15 menit. Hasil pengurangan besi terbaik diperoleh
pada volume 550 ml dan berat 25 gram yaitu 0,187 %. Abu terbang dengan besi
yang kecil dipakai dalam proses Aktivasi dengan mencampurkan 50 gr abu
terbang batubara dan larutan NaOH 3 N 500 ml. Proses aktivasi dilakukan dengan
variasi waktu pada kisaran 6 ? 20 jam dan temperatur pada kisaran 90 ? 150 oC
dengan pengadukan cepat 300 rpm. Hasil kristal yang diperoleh dikeringkan ke
dalam oven dengan suhu 110 oC selama 24 jam. Hasil menunjukkan bahwa
pembentukkan hasil berat zeolit yang terbanyak pada temperatur 150 oC dan
waktu 20 jam yaitu 49,77 gr. Zeolit yang dihasilkan selanjutnya diuji kapasitas
pengikatan kalsium dengan mencampurkan CaCl2 250 ml dan 0,5 gr zeolit. Dari
hasil uji dicapai pada kondisi temperatur 150 oC dan waktu 20 jam kapasitas
pengikatan kalsium yang terbaik adalah 670,33 meq/100 gr, hal ini menunjukkan
bahwa hasil yang diperoleh cukup bagus.
Kata kunci : Abu terbang, HCl, Kapasitas pengikatan kalsium, Zeolit