Abstract :
Dilatarbelakangi oleh ketertarikan penulis terhadap kasus korupsi M.
Nazaruddin terhadap Sport Center di Hambalang. Terkait latar belakang tersebut, akan
dikaji pada surat kabar dalam menulis berita, mulai dari issu berita, pemaknaan suatu
kasus, gaya penulisan berita yang berbeda, kategorisasi, serta memiliki volume dan
frekuensi berita yang berbeda. Maka rumusan masalah yang akan diangkat dalam
penelitian ini adalah ?Bagaimanakah pembingkaian pemberitaan kasus korupsi proyek
hambalang pada head line surat kabar Jawa Pos dan surat kabar Kompas??
Mengenai kajian pustaka yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada
analisis framing Pan dan Kosicki yang membuat suatu model mengintegrasikan secara
bersama-sama konsepsi psikologis yang melihat frame semata sebagai persoalan
internal pikiran dengan konsepsi sosiologis yang lebih tertarik melihat frame dari sisi
bagaimana lingkungan sosial dikonstruksi media.
Adapun obyek media yang akan dijadikan sumber penelitian yaitu surat kabar
Jawa Pos dan surat kabar Kompas. Populasi yang diambil adalah pemberitaan head line
surat kabar Jawa Pos dan surat kabar Kompas tentang pemberitaan kasus korupsi
proyek Hambalang. Penelitian ini menggunakan metode analisis framing Model Pan dan
Kosicki yang berasumsi dengan tujuan untuk mendeskripsikan bagaimana representasi
M. Nazaruddin dalam pemberitaan di kedua media diatas.
Penelitian ini menyimpulkan ada enam representasi untuk M. Nazaruddin yaitu
(1) Public diminta pilah fakta dengan opini yang sedang berkembang dari kasus Nazar,
(2) Demokrat lega putusan Nazaruddin, tetapi adanya keterlibatan Ketua Umum dan
beberapa orang partai Demokrat dalam kasus korupsi, (3) Putusan Nazaruddin jadi
bahan KPK selidiki kasus Hambalang, (4) Pembidikan KPK terhadap sertifikat tanah Sport
Center di Hambalang.
Kata kunci : analisis, framing, pemberitaan, surat kabar, kasus, korupsi.