Abstract :
Penelitian ini didasarkan pada fenomena perjuangan seorang ayah dalam
membesarkan dan bagaimana bentuk sayang terhadap anak-anaknya dan keluarganya. Yang
mana dapat terlihat betapa seorang orang tua laki-laki tunggal dalam membentuk harapan
anaknya serta membina dalam mencapai keberhasilan hidupnya.
Namun, pada kenyataan nya anggapan tersebut tidaklah terjadi di dalam kehidupan
sekitar kita, yang dapat kita lihat adalah seorang figure ayah hanya menjadi momok yang
menakutkan dank eras terhadap keluarganya. Untuk itu dalam penelitian ini menaruh perhatian
pada masalah yang mempengaruhi self-efficacy dan peran fungsi seorang laki-laki sebagai
kelapa rumah tangga juga sebagai orang tua tunggal dalam mengasuh anaknya hingga mencapai
keberhasilan di hidupnya.
Metode yang digunakan adalah analisis semiologi yang termasuk dalam penelitian
kualitatif. Disini metode kualitatif menggunakan Roland Barthes, yang memaknai leksia-leksia
yang dapat menggambarkan perjuangan kasih sayang seorang ayah terhadap keluarga dan
anaknya dalam lirik lagu ?ayah? oleh Seventeen Band.
Data yang terdapat dalam obyek penelitian dibagi dalam dua system pemaknaan.
Dalam system linguistic data diuraikan menjadi 15 leksia (kode pembacaan) yang terdiri dari
lima kode yang ditinjau dan dieksplisitkan oleh Roland Barthes untuk menilai suatu teks lirik
lagu ?ayah? sehingga mendaptkan suatu makna yang diperlukan.
Hasil penelitian ini berdasarkan analisis data yang didapat dari teks dalimat dalam
lirik lagu ? ayah ? yang merupakan konotasi-konotasi yang sengaja dibuat oleh pengarang untuk
membuat pembaca menemukan kode-kode yang tersembunyi di dalam teks lagu ini. Pengarang
memberikan ideology pemikiran yang baru dan berbeda di dalam teks lirik lagu ini.