Abstract :
MANFAAT ANALISIS DUPONT UNTUK MEMPREDIKSI POTENSI
KEBANGKRUTAN
(STUDI KASUS PADA INDEKS LQ 45)
Oleh :
Ika Ratnawati
Abstrak
Kondisi perekonomian di Indonesia yang belum menentu mengakibatkan
tingginya risiko suatu perusahaan untuk mengalami kesulitan keuangan atau
bahkan kepailitan. Para investor di Indonesia saat ini cenderung untuk
menginvestasikan dananya pada kelompok saham yang masuk dalam penghitung
indeks LQ 45, karena merupakan saham-saham di jajaran top 45 yang memiliki
tingkat likuiditas dan kapitalisasi pasar yang tinggi. Untuk bertahan pada indeks
LQ 45 tidaklah mudah, sehingga banyak perusahaan yang keluar pada suatu
periode tetapi dapat masuk kembali di periode berikutnya. Adanya kondisi yang
berubah-ubah ini membuat para investor melakukan analisis laporan keuangan
perusahaan sehingga mereka dapat melihat perusahaan mana saja yang memiliki
potensi kebangkrutan. Salah satu cara untuk melihat tanda-tanda kebangkrutan
tersebut adalah dengan melakukan analisis rasio keuangan dengan melakukan
penilaian terhadap kinerja perusahaan. Dalam menganalisis kinerja sebuah
perusahaan dikenal banyak sekali macam-macam rasio keuangan. Salah satu yang
cukup dikenal adalah Analisis DuPont. Penelitian ini bertujuan untuk menguji
apakah metode DuPont dapat digunakan untuk membedakan pengelompokan dua
kategori perusahaan yang berpotensi bangkrut dan perusahaan yang berpotensi
tidak bangkrut dalam indeks LQ45.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder laporan
keuangan dari 12 perusahaan go public non bank yang masuk dalam indeks LQ 45
selama periode tahun 2004-2008, yang terdiri dari net profit margin, total asset
turnover, return on asset, financial leverage multiplier dan return on equity.
Analisis statistik yang digunakan adalah analisis diskriminan dengan
menggunakan program SPSS.
Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa analisis rasio keuangan
model DuPont yaitu rasio Net Profit Margin, Total Assets Turnover, Retun On
Assets, Financial Leverage Multiplier, dan Return On Equity secara signifikan
dapat digunakan untuk memprediksi potensi kegagalan pada perusahaan yang
termasuk dalam indeks LQ 45 periode 2004-2008, sehingga hipotesis yang
diutarakan terbukti kebenarannya..
Key words: Model DuPont, Net Profit Margin, Total Assets Turnover, Retun On
Assets, Financial Leverage Multiplier, Return On Equity