Abstract :
Perkembangan kepadatan penduduk di Indonesia diakibatkan
tingginya angka kelahiran dan arus urbanisasi, terutama di kota-kota
besar. Tingginya permintaan kebutuhan tempat tinggal akan
meningkatkan kesempatan developer untuk investasi Housing Estate.
Selain mengetahui harga pokok penjualan dan mengetahui nilai
titik impas, hal yang perlu diperhatikan adalah nilai residual ?Residual
Value?, jika penjualan suatu properti tidak mencapai target pada waktu
yang telah ditentukan.
Metode yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah NPV,
IRR, dan BEP. Analisa yang digunakan adalah analisa sensitivitas.
Sedangkan data yang digunakan adalah data sekunder yaitu Rencana
Anggaran Biaya (RAB). Objek analisa dalam penelitian tersebut adalah
perumahan Griya Airlangga Wonorejo Asri, Surabaya tipe 27.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap nilai
residual, Break Event Point / titik Impas terjadi dalam waktu 4.86 tahun.
Kata Kunci : Housing Estate, Residual Value, Analisa Sensitivitas