Institusion
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
Author
Bayu , Tri Nurjianto
Subject
TC530 River protective works. Regulation. Flood control
Datestamp
2013-03-20 07:48:27
Abstract :
Semakin pesatnya pembangunan Kabupaten Malang berdampak pada berkurangnya
lahan vegetasi dan hutan sehingga akan berpengaruh terhadap kemampuan tanah
untuk menyerap dan menyimpan air hujan. Air hujan akan langsung melimpas ke
sungai sehingga cadangan air tanah semakin lama akan semakin menipis yang pada
akhirnya akan terjadi kekeringan pada musim kemarau.
Kekeringan memiliki sifat yang jauh berbeda dengan banjir karena aliran banjir dapat
terlihat dan terukur baik puncak banjirnya maupun volume banjirnya sedangkan pada
kekeringan terjadi sangat lambat dan tidak disadari mengakibatkan kekeringan sulit
diukur. Salah satu parameter yang dapat dijadikan pengukur tingkat keparahan
kekeringan pada suatu daerah adalah indeks kekeringan.
Analisa kekeringan di DAS Amprong dikerjakan dengan metode Standardized
Precipitation Index (SPI). Hasil dari analisa kekeringan tersebut dapat dijadikan
monitoring dan peringatan dini akan ancaman bahaya kekeringan dengan
menampilkannya dalam bentuk visual berupa Peta isohyet surfer.
Dari hasil SPI-3, SPI-6, dan SPI-12 tahun 1990-2011 didapat tahun yang mengalami
kekeringan adalah tahun 1997 karena tahun tersebut mengalami kekeringan dengan
tingkat kekeringan amat sangat kering pada analisa SPI-6 stasiun hujan
Kedungkandang dengan nilai indeks kekeringan terkecil -3,15.
Dari hasil Prediksi SPI-3, SPI-6, dan SPI-12 tahun 2012-2020 diketahui tahun yang
mengalami kekeringan paling parah yaitu tahun 2017 dengan nilai indeks kekeringan
-4,16 pada analisa SPI-3 stasiun hujan Jabung dan -2,33 pada analisa SPI-6 stasiun
hujan Kedungkandang.
Kata kunci : Standardized Precipitation Index (SPI), surfer, peta isohyet, indeks