Abstract :
Terminal merupakan prasarana penghubung darat, serta mempunyai fungsi
yang sangat penting untuk pengaturan sarana lalu lintas, khususnya bagi angkutan
umum. Terminal Tambak Osowilangun yg menjadi obyek studi ini merupakan
terminal bus antar kota kedua setelah Terminal Purabaya. Melihat kondisi yang ada
di terminal Tambak Osowilangun sekarang ini sangat kurang memenuhi syarat
kebutuhan ruang dan fasilitas terminal.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier antara
jumlah penumpang dan kendaraan. Untuk pola antrian kendaraan menggunakan teori
antrian single Channel dan analisa kepadatan kendaraan di Jalan Raya Tambak
Langon hingga Romokalisari menggunakan metode perencanaan yang mengacu pada
standar Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.
I. Hasil yang diperoleh dari perhitungan menunjukkan bahwa area terminal
pada umur rencana 10 tahun yang akan datang seluas 14.002 m2. Berdasarkan hasil
dari perhitungan peramalan pada tahun 2022 adalah jumlah bus antar kota sebanyak
129.457 kendaraan, jumlah bus kota sebanyak 46.314 kendaraan, jumlah angkutan
umum / bemo sebanyak 362.350 kendaraan dan jumlah penumpang bus antar kota
yang masuk sebanyak 551.346 penumpang dan yang keluar 735.361 penumpang,
jumlah penumpang bus kota yang masuk sebanyak 964.309 penumpang dan yang
keluar 2.361.516 penumpang, jumlah penumpang angkutan umum / bemo yang
masuk sebanyak 1.045.112 penumpang dan yang keluar 3.368.755 penumpang.
Sedangkan jumlah keberangkatan dan kedatangan bus antar kota, bus kota dan
angkutan umum / bemo masing ? masing adalah 137 kendaraan/jam, 13
kendaraan/jam dan 86 kendaraan/jam. II. Untuk analisa kepadatan di Jalan Raya
Tambak Langon hingga Jalan Raya Romokalisari didapatkan jumlah kendaraan
terbesar terjadi di segmen II yaitu sebesar 4.366,4 smp/jam. Sedangkan untuk derajad
kejenuhan paling tinggi terjadi di segmen II yaitu sebesar 0,59
Kata Kunci : Sistem Informasi Geografis, Peta Tematis, Perencanaan kebutuhan
Ruang dan Fasilitas, Volume Kendaraan, derajat Kejunahan
Hak Cipta