Abstract :
Pada umumnya, dalam pembuatan tempe para produsen tempe masih
menggunakan cara manual. Pada cuaca dingin, tempe biasanya ditutupi dengan
kain atau penutup lain agar suhu fermentasi tempe tetap stabil sehingga proses
fermentasi tempe dapat berlangsung secara normal. Tetapi dengan cara ini
,produsen tempe tidak mengetahui berapa suhu dan kelembabanya. Sehingga
dibutuhkan suatu alat yang dapat mendeteksi suhu dan kelembaban, Sistem
pengendalian sangat diperlukan didalam dunia industri untuk menghasilkan
produk yang bagus maka diperlukan suatu sistem pengendalian yang stabil. Pada
Tugas Akhir ini peneliti membahas masalah yang berjudul ?Sistem Kendali Suhu
dan kelembaban Untuk Optimasi Proses Pembuatan Tempe berbasis
Mikrokontroler ?.
Pada alat ini pengontrolan sistem dilakukan oleh Mikrokontroler
ATMega16 mempunyai input berbentuk sensor sht11, sensor ini akan mendeteksi
suhu dan kelembaban yang berada dalam Inkubator dan menampilkannya pada
LCD. Inkubator menggunakan sebuah heater yang berfungsi sebagai pemanas
dengan cara kerja mengeluarkan panas pada Inkubator dan menggunakan 3 buah
tombol setting yang berfungsi sebagai pengatur suhu dan kelembaban. Dari hasil
pengujian sistem yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa suhu dan
kelembaban didalam inkubator dapat berubah mengikuti suhu dan kelembaban
yang ada diluar inkubator,pengaturan batas suhu dan kelembaban di atur didalam
program juga dapat di rubah menggunakan tombol yang ada di mikrokontroler.
Kata Kunci : Tempe, Mikrokontroler Atmega16, suhu, kelembaban.