Abstract :
Tanaman coklat (Theobroma cacao) adalah tanaman yang banyak dijumpai di
Indonesia. Tanaman coklat ini terbagi menjadi 3 bagian yaitu kulit, daging buah, dan biji.
Namun selama ini dalam pemanfaatannya hanya daging buah dan bijinya saja yang di
manfaatkan, sedangkan kulitnya hanya merupakan buangan yang banyak dan biasanya di
gunakan sebagai pakan ternak. Dalam pemanfaatannya kulit coklat merupakan salah satu
sumber pektin. Pektin adalah bahan pengental alami yang berasal dari buah dan beberapa
macam tumbuhan. Adapun penggunaan pektin adalah sebagai bahan pengental, bahan
tambahan pada pembuatan selai dan jelly.
Pengambilan pektin dari kulit buah coklat ini dilakukan dengan menggunakan
proses ekstraksi soxhlet. Proses ekstraksi ini di lakukan dengan menggunakan dua pelarut
yang berbeda yaitu asam formiat dan asam asetat. Pada kondisi operasi pH 3,
perbandingan pelarut (1:8, 1;10, 1:12, 1:14, 1;16), dan waktu ekstraksi (200 menit, 225
menit, 250 menit, 275 menit, 300 menit ).
Hasil terbaik yang di peroleh dari pemanfaatan limbah kulit buah coklat menjadi
pektin ini di hasilkan oleh pelarut asam formiat dengan perbandingan pelarut 1:12 dengan
kondisi operasi 250 menit yang menghasilkan endapan sebanyak 0,62 gram dengan kadar
pektin 11,23 ppm sedangkan untuk pelarut asam asetat hanya di peroleh endapan
sebanyak 0,46 gram dengan kadar pektin 9,43 ppm pada kondisi operasi yang sama.
Sedangkan untuk perlakuan pencucian sampel dengan alkohol menghasilkan berat pektin
yang tidak jauh berbeda dengan pencucian sample tanpa alkohol, akan tetapi memberikan
warna yang lebih baik yaitu kuning keputihan.