Abstract :
Minyak atsiri dapat dihasilkan dari berbagai bagian tanaman, seperti akar, batang,
daun, bunga atau buah. Nilam (Pogostemon cablin Benth) adalah suatu semak tropis
penghasil sejenis minyak atsiri yang dinamakan sama (minyak nilam). Penelitian ini
bertujuan untuk menentukan komposisi daun dan batang nilam yang dapat menghasilkan
volume minyak nilam paling banyak serta mencari waktu penyulingan daun nilam yang
paling efisien. Penelitian ini menggunakan bahan baku daun nilam yang didapat dari
Desa Ringin Telu, kelurahan Ngadirenggo, kecamatan Wlingi, kabupaten Blitar.
Nilam didistilasi dengan cara dikukus. Alat pengukus dilengkapi dengan
penampung distilat yang sekaligus dapat digunakan untuk memisahkan dua lapisan yaitu
lapisan atas (minyak) dan lapisan bawah (air). Setelah dipisahkan volume minyak diukur
dengan gelas ukur kemudian diukur pula berat jenisnya dengan piknometer.
Dari hasil penyulingan batang dan daun nilam dengan perbandingan 1 : 3 (100 gr
batang : 300 gr daun), maka untuk waktu selama 4 jam diperoleh penambahan volume
minyak sebanyak 1 ml dari 1 jam sebelumnya dengan volume total 9,3 ml. Dan hasil
penelitian selama 7 jam diperoleh penambahan volume minyak sebanyak 0,5 ml dari 1
jam sebelumnya dengan volume total 11,1 ml. Diatas 7 jam penambahan volume minyak
semakin berkurang hingga jam ke-22 penambahan volume minyak yang dihasilkan 0,03
ml. Diatas 22 jam sudah tidak menghasilkan minyak lagi. Sehingga, hasil akhir
penyulingan selama 22 jam diperoleh volume minyak total 12,83 ml dengan berat jenis 0,9058 gr/ml serta kandungan patchouli alcohol 29,34 % dan rendemen 2,9 %.