Abstract :
Gliserol terdapat dalam bentuk lemak hewan dan tumbuhan serta
bermacam-macam minyak. Gliserol dapat digunakan sebagai bahan pembuatan
alkyl resin, ester gum, obat-obatan dan farmasi, kosmetik, wangi-wangian, bahan
pembuatan sabun, bahan peledak, sebagai bahan plastiliser, sebagai solven dan
pembuatan gula-gula dan ice cream, sebagai minyak pelumas, dan sebagainya.
Tujuan dari Pra Rancangan Pabrik Gliserol dari Hasil Samping Pabrik Biodiesel
adalah untuk memanfaatkan hasil samping pabrik biodiesel, sehingga
menghasilkan produk yang lebih bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan
perindustrian akan gliserol dan menambah lapangan kerja di dunia industri, secara
khusus industri kimia.
Proses produksi gliserol ini adalah: produk samping dari pabrik biodiesel
ditampung di Tangki Penampungan bahan baku pada temperatur kamar, kemudian
dipompa ke dalam Reaktor untuk direaksikan dengan NaOH 10% pada kondisi
operasi 30 oC dan tekanan 1 atm. Dari reaksi yang terjadi dalam reaktor, produk
yang terbentuk dan produk lainnya kemudian diumpan masuk ke Rotary Drum
Vacuum Filter. Larutan yang didapatkan kemudian di pompa ke Tangki
Netralisasi untuk menghilangkan NaOH yang sisa dengan cara menambahkan
CH3COOH 30% pada kondisi operasi temperatur 30 oC dan tekanan 1 atm. Dari
Tangki Netralisasi, larutan yang sudah dinetralkan kemudian dimasukkan ke
dalam Rotary Drum Vakum Filter untuk memisahkan sabun yang terbentuk dari
larutan. Larutan yang dihasilkan kemudian dipompakan ke Dekanter untuk
memisahkan Methanol dan Gliserol dari larutan lainnya. Kemudian, hasil
Methanol dan Gliserol dari Dekanter dimasukkan ke dalam Menara Distilasi
untuk menguapkan metanol dan airnya. Menara distilasi beroperasi pada tekanan
1 atm dan temperatur 94 oC, sehingga produk pada bottom distilasi adalah gliserol
dengan tingkat kemurnian hampir mencapai 98%.
Pabrik ini direncanakan beroperasi secara kontinyu 24 jam/hari selama
330 hari/tahun, dengan kapasitas produksi sebesar 20.000 ton/tahun. Bahan baku
yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan kapasitas tersebut adalah sebesar
30.303,030 kg/hari. Kebutuhan air yang digunakan pada pabrik ini diperoleh dari
air sungai yang telah diolah terlebih dahulu pada unit Utilitas, sehingga dapat
digunakan sebagai air sanitasi, air pendingin, air proses dan air umpan boiler.
Total kebutuhan air pada pabrik gliserol ini sebesar 146.948,227 kg/jam. Bentuk
perusahaan yang akan diterapkan adalah Perseroan Terbatas (PT) dan
menggunakan sistem organisasi garis dan staf. Dari hasil perhitungan analisa
ekonomi didapatkan hasil BEP sebesar 41,09% dan IRR sebesar 39,87%. Dengan
melihat berbagai pertimbangan dan data analisa ekonomi di atas, maka pendirian
pabrik Gliserol ditempatkan di daerah Industri Driyorejo, Gresik.